Page 1807 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1807

KELUAR DARI KRISIS, KERJA SAMA KETENAGAKERJAAN ASEAN HARUS DIPERERAT

              Sekjen  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker),  Anwar  Sanusi,  mengatakan  bahwa
              merebaknya pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk negara
              Anggota ASEAN, berdampak besar bagi dunia ketenagakerjaan. Untuk keluar dari masa krisis ini,
              maka kerja sama ASEAN di bidang ketenagakerjaan harus lebih erat dan kompak.

              "Kita harus bersatu padu merespon dan melawan Covid 19 dengan seefektif mungkin. Dengan
              solidaritas ASEAN kita bisa keluar dari krisis bersama-sama, tanpa ada yang tertinggal," ujar
              Anwar saat membuka acara pertemuan Senior Labour Officials Meeting (SLOM) ke-16 secara
              hybrid virtual meeting di Jakarta, Senin (26/10).

              Sekjen  Anwar  Sanusi  menambahkan,  dalam  rangka  keluar  dari  krisis  tersebut,  pihaknya
              menyambut  positif  ASEAN  Comprehensive  Recovery  Framework  (ACRF)  yang  telah
              dikonsultasikan di tingkat SLOM dan badan-badan pendukungnya melalui fasilitasi Sekretariat
              ASEAN.
              "Mari kita dukung bersama dengan inisiasi kerja sama konkrit, agar ketenagakerjaan ASEAN
              dapat segera lepas dari dampak buruk Covid-19," katanya.

              SLOM  adalah  agenda  rutin  pejabat  tinggi  Kemnaker  tingkat  ASEAN  setiap  dua  tahun  sekali.
              Dalam  pertemuan  SLOM,  dibahas  isu-isu  ketenagakerjaan.  Mulai  dari  pelindungan  pekerja
              migran, komitmen bersama untuk menghentikan pekerja anak pada tahun 2025, maupun green
              policy (kebijakan ramah lingkungan).

              Secara periodik, Kementerian Ketenagakerjaan se-ASEAN mendapat giliran untuk menjadi Tuan
              Rumah dan menjabat sebagai Ketua SLOM (Chair SLOM). Tahun ini, Indonesia berkesempatan
              menjadi  Tuan  Rumah  SLOM  ke-16  dan  menjadi  Ketua  SLOM  untuk  tahun  2020-2022.
              Sebelumnya, Malaysia menjabat Ketua SLOM untuk periode 2018-2020.

              "Dalam  pertemuan  ini,  kita  juga  membahas  terkait  Covid-19  dalam  isu  ketenagakerjaan.
              Termasuk  menjelaskan  apa  yang  sudah  dilakukan  pemerintah  Indonesia  dalam  merespon
              dampak  dari  Covid-19  ini,  di  sektor  ketenagakerjaan,"  ujar  Anwar  Sanusi  selaku  Pimpinan
              Pertemuan SLOM ke-16.

              Anwar  menjelaskan,  untuk  membantu  pekerja  di  tengah  pandemi  Covid-19,  Pemerintah
              Indonesia telah mengeluarkan program bantuan pemerintah berupa Subsidi Gaji/Upah (BSU)
              bagi pekerja yang gajinya dibawah Rp5 juta. Kebijakan lainnya ialah protokol kesehatan yang
              perlu diperhatikan di lingkungan perusahaan. Mulai dari regulasi jam kerja, kemudian fasilitas-
              fasilitas pencegahan dan memutus penyebaran Covid-19.

              "Jadi,  momentum  (SLOM-red)  ini  harus  kita  manfaatkan  sebaik-baiknya.  Terutama  kita
              mengusung  tema  bukan  hanya  merespon  pandemi  covid  19  melainkan  merespon  isu-isu
              kekinian. Misalnya hidup di era digital ekonomi, kita harus mempersiapkan tenaga kerja agar
              dapat beradaptasi dalam situasi tersebut," ujarnya.

              Hal senada dikatakan Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri (KLN) Kemnaker, Indah Anggoro Putri.
              Menurutnya, sebagai Co-Chair SLOM ke -16, ia berharap pertemuan ini ke depannya juga akan
              membawa kemajuan dan inisiatif baru di bidang ketenagakerjaan.
              "Khususnya  untuk  meningkatkan  kompetensi  dan  produktivitas  pekerja  ASEAN,  serta
              menyiapkan ketahanan dan ketangkasan pekerja dalam menghadapi ketidakpastian dan masa
              depan pekerjaan," ujarnya.(.




                                                          1806
   1802   1803   1804   1805   1806   1807   1808   1809   1810   1811   1812