Page 1803 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1803

Ringkasan

              Upah minimum untuk 2021 sudah dipastikan tidak akan naik. Itu artinya upah minimum tahun
              depan akan sama dengan tahun ini. Pemerintah beralasan tidak menaikkan upah minimum tahun
              depan mempertimbangkan kondisi ekonomi di masa pandemi COVID-19.



              UPAH TAHUN DEPAN TAK NAIK, FAIR NGGAK SIH?

              Upah minimum untuk 2021 sudah dipastikan tidak akan naik. Itu artinya upah minimum tahun
              depan akan sama dengan tahun ini. Pemerintah beralasan tidak menaikkan upah minimum tahun
              depan mempertimbangkan kondisi ekonomi di masa pandemi COVID-19.

              Namun menurut Pengamat ekonomi Institute Development of Economic and Finance (Indef)
              Bhima Yudhistira justru pemerintah seharusnya mengambil keputusan sebaliknya jika ekonomi
              yang menjadi bahan pertimbangannya.

              "Fungsi upah minimum itu untuk perlindungan bagi pekerja dan upah minimum hanya mengatur
              upah  pekerja  yang  paling  bawah.  Jadi  dengan  tekanan  ekonomi  seperti  saat  ini,  sebaiknya
              pemerintah  mendorong  kenaikan  upah  minimum,"  ujarnya  saat  dihubungi  detikcom,  Selasa
              (27/10/2020).

              Tentu  dalam  menentukan  kenaikan  upah  minimum,  pemerintah  harus  mempertimbangkan
              indikator ekonomi dan forum tripartit dan pemerintah selaku mediator. Namun menurut Bhima
              pemerintah saat ini berpihak kepada pengusaha dan tidak memposisikan diri sebagai mediator
              antara kepentingan pengusaha dan pekerja.

              "Sebelumnya  sudah  keluar  adanya  Surat  Edaran  Menaker  Nomor  M/6/HI.00.01/V/2020
              membuka peluang THR tak dibayar tepat waktu oleh pengusaha. Kado lain bagi pekerja adalah
              UU Cipta Kerja di mana banyak hak pekerja yang berkurang dan memberi ketidakpastian kerja
              ( job uncertainty ). Jadi kalau sekarang ditambah upah minimum tidak naik, maka ini strategi
              yang salah untuk perlindungan pekerja dan pemulihan ekonomi," terangnya.

              Bhima menilai upah minimum dibuat seharusnya untuk melindungi buruh yang rentan. Jika upah
              minimum tidak naik, maka efek ke daya beli akan sulit pulih dalam waktu cepat.

              "Sementara pemerintah proyeksikan inflasi tahun 2020 di kisaran 3%. Kalau inflasi naik, tapi
              upah minimum tidak naik maka pekerja rentan akan anjlok daya belinya," terangnya.

              Sementara  Vice  President  Economist  PT  Bank  Permata  Tbk,  Josua  Pardede  menilai  saat  ini
              memang pilihan yang sulit untuk menentukan kenaikan upah. Sebab hampir seluruh sektor dunia
              usaha juga mengalami penurunan pendapatan.

              "Saya pikir ini memang sulit bagaimana caranya pemerintah juga mengambil titik tengah buat
              pengusaha dan juga tenaga kerja. Kita tahu kan pengusaha ini kan cash flow -nya terganggu
              sejak  Maret.  Permintaan  belum  signifikan,  konsumsi  masyarakat  belum  normal,  sehingga
              produksi untuk omzetnya juga turun signifikan," terangnya.

              Josua juga menilai keputusan tidak menaikkan upah minimum di 2021 adalah pilihan yang win-
              win  .  Sebab  sepanjang  tahun  ini  yang  menjadi  indikator  penentuan  upah  minimum  seperti
              pertumbuhan ekonomi terkontraksi dan inflasi sangat rendah.

              "Artinya  pemerintah  melihat  evaluasi  pertumbuhan  ekonomi  dan  inflasi  tahun  ini.  Kita  kan
              mengalami  pertumbuhan  ekonomi  negatif  di  kuartal  II,  inflasi  juga  rendah  sekali,  jadi  kalau
              dijumlahkan ya memang tidak banyak, kalau mengacu pada UU tersebut tentu ini fair," tuturnya.


                                                          1802
   1798   1799   1800   1801   1802   1803   1804   1805   1806   1807   1808