Page 1821 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1821
Kepala Disnaker Sleman Sutiasih menjelaskan, semula pemberian bantuan diusulkan bagi 131
orang. Usulan ini berdasar masukan dari pemerintah desa yang dilengkapi dengan persyaratan
berupa KTP Sleman, KK, surat keterangan PHK, dan sejenisnya.
Dari usulan itu, pihakya kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sosial. "Setelah dilakukan
verifikasi dan validasi, ternyata hanya 57 orang yang dinyatakan layak mendapat bantuan,"
ungkapnya disela acara penyerahan BST, Senin (26/10).
Sebagian calon penerima bantuan dinilai tidak layak karena beberapa alasan. Diantaranya karena
berasal dari keluarga PNS dan keluarga perangkat desa, serta sudah masuk dalam penerima
program lain.
Besaran BST yang disalurkan Rp 200 ribu selama empat bulan mulai periode September hingga
Desember 2020. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban pekerja yang di-PHK oleh
perusahaan akibat dampak Covid-19.
Sementara itu, berdasar data di Disnaker Sleman, jumlah pekerja yang dirumahkan dan ter-PHK
selama masa tanggap darurat dari tanggal 1 Maret hingga 31 Agustus 2020 sebanyak 1.084
orang. Rinciannya, pekerja yang dirumahkan 585 orang, dan PHK 499 orang.
"Bagi yang belum menerima bantuan bisa mengusulkan melalui pemerintah desa dengan
melampirkan persyaratan. Bantuan ini dihentikan jika penerima bantuan telah mendapatkan
pekerjaan," terangnya.
Bupati Sleman, Sri Purnomo menjelaskan, bantuan yang diberikan ini sifatnya saling mengisi
bantuan lain baik pemerintah pusat maupun daerah. BST ini juga penyaringan terakhir bagi
pekerja ter-PHK yang belum mendapatkan bantuan.
"Bantuan ini tidak boleh dobel. Semoga bisa sedikit dapat meringankan perekonomian pekerja
yang terkena PHK," ujarnya.
1820

