Page 1819 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1819

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia DKI Jakarta, Sarman Simanjorang,
              mengatakan jika perhitungan UMK didasarkan pada aturan yang masih berlaku yakni PP Nomor
              78 Tahun 2015, maka sebenarnya tidak ada kenaikan upah minimum di tahun 2021.

              "Kalau  menggunakan  rumusan  UMP  dan  UMK  masih  pakai  PP  Nomor  78  Tahun  2015  itu
              kelihatannya  tidak  ada  kenaikan.  Sesuai  rumusnya,  kenaikannya  nol  persen,"  kata  Sarman
              dikonfirmasi Kompas.com.

              Dijelaskan Sarman, dalam regulasi perhitungan kenaikan upah minimum tahun berikutnya yakni
              didasarkan  pada  upah  minimum  tahun  berjalan  dikalikan  dengan  inflasi  plus  pertumbuhan
              ekonomi.

              "Nah sekarang kalau pakai hitungan itu, sekarang pertumbuhan ekonomi dalam setahun bisa
              saja diperkirakan nol persen atau mungkin minus. Lalu kemudian tahun ini mengalami deflasi,
              bukan inflasi," ujar Sarman.

              "Artinya kalau pakai perhitungan PP Nomor 78 Tahun 2015, maka tidak perlu ada kenaikan UMP
              dan UMK," imbuh Sarman yang juga menjabat Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta ini.

              Sebelumnya, pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempertimbangkan
              usulan agar upah minimum provinsi (UMP) 2021 sama seperti tahun 2020. Hal ini sesuai dengan
              keputusan Dewan Pengupahan Nasional.

















































                                                          1818
   1814   1815   1816   1817   1818   1819   1820   1821   1822   1823   1824