Page 1815 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1815

GARUDA INDONESIA PUTUS KONTRAK 700 KARYAWAN!

              PT  Garuda  Indonesia  (Persero)  Tbk  memutus  kontrak  sekitar  700  pekerjanya.  Pemutusan
              kontrak dilakukan setelah para pekerja itu dirumahkan tanpa gaji sejak Mei 2020 lalu. Adapun
              kebijakan putus kontrak tersebut bakal berlaku mulai 1 November 2020 mendatang.

              "Sehubungan dengan informasi mengenai pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Garuda
              Indonesia terhadap sejumlah karyawan, perlu kiranya kami sampaikan bahwa pada dasarnya
              kebijakan  yang  diberlakukan  adalah  penyelesaian  lebih  awal  masa  kontrak  kerja  karyawan
              dengan status tenaga kerja kontrak," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra
              dalam rilis resminya yang diterima detikcom, Selasa (27/10/2020).

              Pemutusan kontrak pada ratusan karyawan tersebut diambil sebab maskapai telah lama terimbas
              turunnya permintaan layanan penerbangan karena adanya pandemi COVID-19.

              Meski  begitu,  Irfan  memastikan  pihaknya  akan  tetap  memenuhi  seluruh  hak  karyawan yang
              terdampak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pembayaran di awal atas kewajiban
              perusahaan terhadap sisa masa kontrak karyawan.

              "Kebijakan tersebut merupakan keputusan sulit yang terpaksa kami ambil setelah melakukan
              berbagai  upaya  penyelamatan  untuk  memastikan  keberlangsungan  perusahaan  di  tengah
              tantangan dampak pandemi COVID-19," sambungnya.

              Sejak  awal,  kata  Irfan,  kepentingan  karyawan  selalu  menjadi  prioritas  utama  yang  selalu
              dikedepankan  maskapainya.  Ketika  maskapai  lain  mulai  mengimplementasikan  kebijakan
              pengurangan  karyawan,  emiten  berkode  saham  GIAA  ini,  lanjutnya,  masih  terus  berupaya
              mengoptimalkan  langkah  strategis  guna  memastikan  perbaikan  kinerja  perusahaan  demi
              kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia.

              "Namun demikian pada titik ini, keputusan berat tersebut terpaksa harus kami tempuh di tengah
              situasi yang masih penuh dengan ketidakpastian ini. Kami turut menyampaikan rasa terima kasih
              kepada  karyawan  yang  terdampak  kebijakan  ini,  atas  dedikasi  dan  kontribusinya  yang  telah
              diberikan terhadap perusahaan hingga saat ini," tambahnya.

              Pandemi  ini,  kata  Irfan  memberikan  dampak  jangka  panjang  terhadap  kinerja  perusahaan.
              Buktinya sampai saat ini kondisi perusahaan belum juga menunjukkan perbaikan yang signifikan.

              "Namun  kami  yakini  segala  langkah  dan  upaya  perbaikan  yang  terus  akan  kami  lakukan  ke
              depan,  dapat  mendukung  upaya  pemulihan  kinerja  Garuda  Indonesia  agar  dapat  bertahan
              melewati krisis pada masa pandemi dan juga menjadi penguat pondasi bagi keberlangsungan
              perusahaan di masa yang akan datang," imbuhnya.






















                                                          1814
   1810   1811   1812   1813   1814   1815   1816   1817   1818   1819   1820