Page 1841 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1841

Berikut  adalah  penjelasan  iuran  Tapera  yang  mengharuskan  gaji  PNS  dan  karyawan  swasta
              dipotong 2,5 persen per bulan.
              Melansir dari Kompas.com, Presiden Jokowi telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor
              25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat pada 20 Mei 2020 lalu.

              Di  dalam  beleid  tersebut  dijelaskan,  mulai  tahun  2021,  Badan  Penyelenggara  Tabungan
              Perumahan Rakyat (BP Tapera) sudah bisa mulai memungut iuran untuk Pegawai Negeri Sipil
              (PNS).

              Selain tak akan ada kenaikan upah, mulai Januari 2021, gaji pegawai swasta juga akan dipotong
              sebesar 2,5 %

              Untuk tahap berikutnya, badan tersebut juga bakal memungut iuran kepada anggota TNI/Polri
              serta pegawai swasta dan pekerja mandiri.
              Besaran iuran yang dibayarkan yaitu 2,5 persen dari gaji per bulan, sementara 0,5 persen iuran
              itu akan dibebankan kepada pemberi kerja.

              Baca: Upah Minimum 2021 Disebut Tak Alami Kenaikan, Bakal Lebih Rendah dari Tahun 2020,
              Ini Penjelasannya

              Lalu, akan digunakan untuk apa uang hasil iuran tersebut?
              Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera Gatut Subadio menjelaskan, BP Tapera bakal
              memanfaatkan dana iuran ke dalam tiga hal yakni dana pemupukan, dana pemanfaatan, dan
              dana cadangan.

              Untuk pemupukan, BP Tapera bakal menginvetasikan dana iuran tersebut ke beberapa instrumen
              dengan skema kontrak investasi kolektif (KIK).

              "Kita mengelola dengan model kontrak investasi.

              Simpanan peserta akan diinvestasikan di pasar modal maupun pasar uang dengan pola kontrak
              investasi," jelas Gatut dalam video conference, Jumat (5/6).

































                                                          1840
   1836   1837   1838   1839   1840   1841   1842   1843   1844   1845   1846