Page 1845 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1845

Hal  tersebut,  kata  Shinta,  berakibat  pengusaha  mengalami  kesulitan  untuk  bisa
              mempertahankan usahanya.
              Pemerintah Janji Tidak Hapus Upah Minimum Kok di UU Cipta Kerja Pemerintah dan DPR Hapus
              Ketentuan Upah Minimum di RUU Cipta Kerja "Malah ada banyak sektor yang sudah merumahkan
              karyawannya.  Sementara  pemulihan  ekonomi  butuh  waktu  dan  kondisi  pengetatan  PSBB
              tentunya tidak membantu," lanjut Shinta.

              Shinta pun tak menampik jika nantinya formula penghitungan upah minimum 2021 mengikuti
              Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, makan para pengusaha
              akan mengalami kesulitan dalam membayar upah.

              Hal  senada  juga  disampaikan  Wakil  Ketua  Himpunan  Pengusaha  Muda  Indonesia  (Hipmi)
              Anggawira.

              Anggawira mengatakan, dirinya berharap ada solusi terbaik berkaitan dengan penentuan upah
              minimum 2021 .

              Menurutnya, bila penetapan upah minimum 2021 sesuai dengan perhitungan yang ada, yakni
              berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi, mungkin terjadi penurunan.

              Pengamat: RUU Cipta Kerja Dianggap Miliki Sisi Positif bagi Pekerja dari Aturan Upah Minimum
              KSPSI Protes Kebijakan Upah Minimum Gubernur Ridwan Kamil Hal itu disebabkan pertumbuhan
              ekonomi yang negatif dan deflasi yang mungkin terjadi akibat Covid-19.
              "Saya melihat pemerintah dan dewan pengupahan sudah punya hitung-hitungan yang memang
              bisa secara logis dan secara realita ini dimalumkan," ujar Anggawira.

              Ia  pun  berharap  serikat  pekerja  bisa  memahami  situasi  saat  ini  melihat  pengusaha  turut
              kesulitan, bahkan mengalami perlambatan dan pelumpuhan di beberapa sektor usaha.






































                                                          1844
   1840   1841   1842   1843   1844   1845   1846   1847   1848   1849   1850