Page 1869 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1869
UPAH MINIMUM TAHUN 2021 TIDAK NAIK, KSPI SEBUT SITUASI AKAN SEMAKIN
PANAS
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memprotes Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan
(Menaker) kepada seluruh gubernur. Surat itu meminta para gubernur untuk menetapkan upah
minimum tahun 2021 sama dengan tahun 2020.
Dalam surat bernomor M/11/HK.04/X/2020, Menaker Ida Fauziyah menerangkan alasan
penetapan upah yang masih sama untuk tahun depan. Pada bagian latar belakang surat
menyatakan pandemi Covid-19 telah berdampak pada kondisi perekonomian dan kemampuan
perusahaan dalam memenuhi hak pekerja, termasuk membayar upah.
"Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan bekerja bagi buruh serta menjaga
kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian terhadap penetapan upah pada situasi
pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19," bunyi dari bagian awal surat edaran tersebut.
Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan, aksi perlawanan buruh akan semakin mengeras terhadap
penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum tahun 2021. Selain itu, para buruh akan tetap
menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).
"Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh. Hanya memandang kepentingan para
pengusaha semata. Pengusaha memang sedang susah, tetapi buruh jauh lebih susah," ujarnya
dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (27/10/2020).
Said mengatakan, pemerintah seharusnya bersikap adil dengan tetap menaikkan upah minimum
2021. Untuk perusahaan yang tidak mampu, dapat melakukan penangguhan dengan tidak
menaikkan upah minimum.
Syaratnya, berunding dahulu dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan melaporkan ke
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak
mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada kenaikan upah minimum untuk menjaga daya
beli masyarakat," tegasnya seraya mempertanyakan apakah Presiden Joko Widodo (Jokowi)
mengetahui keputusan Menaker Ida Fauziyah tersebut.
1868

