Page 1885 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1885
MARAK PHK, JUMLAH KEPESERTAAN BPJAMSOSTEK SUSUT JADI 50,4 JUTA
Pandemi Covid-19 ikut membawa dampak signifikan pada sektor ketenagakerjaan. Pasalnya,
telah terjadi peningkatan jumlah pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurut Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek
Sumarjono, banyaknya PHK ikut membawa dampak bagi kinerja BPJamsostek per kuartal III-
2020 yang memiliki kepesertaan 50,4 juta pekerja. Padahal September 2019 ada 53,1 juta
pekerja. Sektor paling terdampak ialah jasa konstruksi.
Lantaran adanya perubahan alokasi pemerintah untuk jasa konstruksi ini lebih dibobotkan pada
penanggulangan Covid-19. Selain itu, penurunan jumlah peserta juga terdampak dari PHK.
"Begitu pula dengan penerimaan iuran yang mencapai 67,25% atau setara Rp 55,58 triliun dari
target periode September 2020. Kalau secara year on year (yoy) ini masih ada peningkatan
5,33% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ujar Sumarjono pekan lalu.
Menurutnya, total dana yang dikelola sampai dengan September 2020 mencapai Rp 450 triliun.
Masih tumbuh 4,6% dibandingkan September 2019 mencapai Rp 430 triliun. Kebanyakan dana
tersebut merupakan dana investasi pada program Jaminan Hari Tua (JHT).
"Kita tau sekarang ada beberapa instrumen yang sedang lesu, misalnya saham. Tetapi kami
bersyukur dana investasi kami lebih banyak menanamkan investasi pada obligasi pemerintah, itu
juga karena ada regulasi yang mengatur. Lebih dari 60% portofolio investasi ada di SBN,"
jelasnya.
Sebagai kepedulian kepada pemberi kerja saat kondisi sulit ini, pemerintah melalui BPJamsostek
memberikan relaksasi iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM),
diskonnya 99%. Kemudian penundaan iuran Jaminan Pensiun (JP) sebesar 99%.
"Kemudian kelonggaran batasan untuk pembayaran iuran, yang biasanya pada tanggal 15 pada
bulan berikutnya menjadi 30 pada bulan berikutnya. Ada pula pengenaan denda dikurangi dari
2% menjadi 0,5%," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebut adanya relaksasi iuran ini ada pengaruh terhadap penerimaan iuran,
tapi BP Jamsostek berpendapat relaksasi ini merupakan langkah yang tepat untuk memberikan
perlindungan kepada peserta.
Dia menegaskan adanya relaksasi iuran dan penurunan kinerja iuran ini BPJamsostek
memastikan manfaat yang diberikan tetap sama sesuai regulasi yang ada.
kbc 10.
1884

