Page 1887 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1887
Penetapan upah minimum 2021 tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/X/2020
tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19. Namun, kenaikan
tersebut mendapatkan penolakan dari kalangan buruh.
PENGUSAHA SOAL UPAH MINIMUM 2021: DEMI KEBERLANGSUNGAN USAHA
Kalangan pengusaha menilai keputusan pemerintah tidak menaikkan upah minimum provinsi (
UMP ) pada 2021 mendatang sudah tepat. Pasalnya, keputusan itu diambil demi menjaga
keberlangsungan bisnis ke depan yang tengah tertekan oleh pandemi covid-19.
"Kami mengerti atas keputusan tersebut demi keberlangsungan usaha. Kalau dinaikkan tentu
akan memberatkan daya saing usaha," ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri
(Kadin) bidang Perdagangan Benny Soetrisno kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/10).
Penetapan upah minimum 2021 tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/X/2020
tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19. Namun, kenaikan
tersebut mendapatkan penolakan dari kalangan buruh.
Menanggapi penolakan tersebut Benny mengatakan itu merupakan hak pekerja. Namun, ia tidak
menutup peluang pengusaha yang masih memiliki kemampuan untuk menaikkan upah tahun
depan melalui kesepakatan bilateral perusahaan dengan pekerjanya.
"Kalau (upah) naik pasti ada pengurangan pekerja dan akan beralih ke mekanisasi atau mesin,"
imbuhnya.
Senada, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan
keputusan tersebut sudah mengacu pada rumus penetapan upah minimum yang tertuang dalam
PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
Aturan itu menyebutkan jika penetapan besaran UMP berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan
tingkat inflasi.
"Kalau kami kalikan itu minus, kalau minus seharusnya (upah) turun tapi tidak mungkin turun,
jadi naik 0 persen itu sudah sesuai dengan format," ucapnya.
Selain itu, realitanya kondisi dunia usaha saat ini hampir terpuruk akibat covid-19. Oleh sebab
itu, kenaikan upah minimum justru bisa menjadi beban pengusaha dan membuat mereka makin
terpuruk.
"Itu justru akan menambah pengusaha yang melakukan PHK. Jadi, menurut hemat kami itu
kebijakan yang sangat adil," ucapnya.
Menanggapi penolakan buruh, ia berharap para buruh tersebut bisa maklum dengan kondisi saat
ini. Alasan ditahannya upah minimum juga bukanlah alasan yang dibuat-buat serta merupakan
realita di lapangan saat ini.
"Kalau kondisi sudah normal kembali, kami yakin daya beli otomatis akan naik dan daya beli
masyarakat akan membaik jika pertumbuhan ekonomi membaik," ucapnya.
(ulf/sfr).
1886

