Page 631 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 631

Hal senada juga diungkapkan Anggota Dewan Pengupahan Nasional Mirah Sumirat yang menilai
              keputusan Ida Fauziyah mengeluarkan surat edaran upah minimum tahun depan tidak naik,
              bentuk rasa ketidakpedulian pemerintah ke pekerja.

              "Kami  pertanyakan  negara  di  mana?  Bukannya  kewajibannya  melindungi  segenap  rakyat."
              "Sudah ganti saja, bukan Menteri Ketenagakerjaan tapi menteri pengusaha," keluh Mirah.

              "Saya usul ada dua menteri, menteri ketenagakerjaan, satu lagi menteri pengusaha. Menteri
              pengusaha kasih saja ke ibu Ida Fauziyah," sambung Mirah.

              Mirah  Sumirat  yang  juga  menjabat  Presiden  Asosiasi  Serikat  Pekerja  (Aspek)  Indonesia,
              menyebut pemerintah terlalu membela kepentingan pengusaha, dibanding pekerja di tengah
              pandemi Covid-19.

              "Pemerintah betul-betul tidak ada kepedulian, rasa kemanusiaan sama sekali di tengah pandemi
              Covid-19 ke pekerja," papar Mirah.

              Mirah  menjelaskan,  pada  16  Oktober  2020  terdapat  pertemuan  antara  Dewan  Pengupahan
              Nasional, Dewan Pengupahan Daerah, pengusaha, dan pemerintah.

              Dari pertemuan itu, kata Mirah, terdapat dua pendapat, yaitu perwakilan serikat pekerja meminta
              ada kenaikan upah minimum 2021 untuk diserahkan ke Dewan Pengupahan Daerah masing-
              masing.

              "Dari  pengusaha  Apindo  meminta  pemerintah  tidak  menaikkan  UMP  2021."  "Sedangkan
              pemerintah tidak menyampaikan pendapat," papar Mirah yang juga perwakilan serikat pekerja
              di Dewan Pengupahan Nasional.

              Dari dua pendapat tersebut, kata Mirah, pemerintah terlihat lebih mengakomodasi kepentingan
              pengusaha, dibanding nasib pekerja.

              "Lagi-lagi  sikap  pemerintah  tidak  bijaksana  sama  sekali,  dengan  mengedepankan  win-win
              solution," ucap Mirah.

              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, sampai 27 Oktober malam,
              dilaporkan ada 18 provinsi yang telah sepakat mengikuti surat edaran terkait penetapan upah
              minimum 2021 pada masa pandemi Covid-19 .
              Dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/11/HK.04/2020, Menaker memutuskan upah minimum tahun
              2021 sama seperti tahun ini.

              "Terkait upah minimum sampai tadi malam sudah ada 18 provinsi yang akan mengikuti Surat
              Edaran Menteri Ketenagakerjaan," tutur Ida Fauziah di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

              Berdasarkan pantauan sampai Selasa 27 Oktober 2020 pukul 16.35 WIB, beberapa daerah telah
              melaksanakan sidang Dewan Pengupahan Provinsi.

              Sidang  dilakukan  untuk  persiapan  penetapan  upah  minimun  (UM)  tahun  2021  yang  telah
              menghasilkan kesepakatan akan melaksanakan SE Menteri Ketenagakerjaan Ke-18 provinsi itu
              adalah: 1. Jawa Barat 2. Banten 3. Bali 4. Aceh 5. Lampung 6. Bengkulu 7. Kepulauan Riau 8.
              Bangka Belitung 9. Nusa Tenggara Barat 10. Nusa Tenggara Timur 11. Sulawesi Tengah 12.
              Sulawesi Tenggara 13. Sulawesi Barat 14. Maluku Utara 15. Kalimantan Barat 16. Kalimantan
              Timur 17. Kalimantan Tengah 18. Papua.

              "Jadi, sebenarnya posisinya setelah kita mendiskusikan secara mendalam, mempertimbangkan
              berbagai  hal."  "Jalan  tengah  yang  bisa  kita  ambil  adalah  dengan  tetap  sebagaimana  upah
              minimum 2020." "Ini adalah jalan tengah yang kita ambil hasil diskusi di Dewan Pengupahan
                                                           630
   626   627   628   629   630   631   632   633   634   635   636