Page 871 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 871

PDIP MAKLUMI UPAH MINIMUM 2021 TAK NAIK DEMI CEGAH PHK MASSAL

              Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno menilai, pemerintah tidak ingin
              terjadi  pemutusan  hubungan  kerja  (PHK)  imbas  dari  pandemi  Covid-19.  Oleh  sebab  itu,
              pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan Upah Minimum pada 2021.

              Dalam  surat  edaran,  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengatur  tentang
              penetapan upah minimum 2021 di masa pandemi Covid-19. Dalam surat tersebut disebutkan
              gubernur diminta menyesuaikan penetapan nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah
              minimum 2020. Artinya pemerintah tidak menaikkan upah minimum.

              Hendrawan mengatakan, memang saat ini pemerintah juga dalam menghadapi posisi yang sulit
              akibat pandemi Covid-19 di tanah air.

              Sebab  menurut  Hendrawan,  di  satu  sisi  perusahaan  diimbau  tidak  melakukan  pemutusan
              hubungan kerja (PHK) terhadap para karyawannya. Namun di satu sisi, ekonomi saat ini sedang
              terdampak adanya pandemi ini.

              "Ya memang sangat dilematis dalam kondisi kesulitan saat ini akibat resesi. Jadi dalam kondisi
              seperti ini adalah prioritas utama bagaimana perusahaan-perusahaan diimbau tidak melakukan
              PHK," kata Hendrawan, dikutip dari Antara, Kamis (29/10).

              Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan, jika masyarakat menuntut
              kenaikan upah maka hal itu sangat tidak bijak. Pasalnya ekonomi saat ini sedang terdampak
              begitupun para perusahaan.

              "Nah  dalam  kondisi  begini  kalau  ada  kenaikan  upah  memang  sangat  memukul  ya.  Karena
              pertumbuhan ekonomi juga minus," katanya.

              Oleh sebab itu, jalan tengah yang diambil pemerintah adalah tidak menaikkan upah minimum
              2021 ini. Hal ini juga sekaligus menjaga kemampuan perusahaan di tengah pandemi virus Covid-
              19 ini.

              "Oleh sebabnya ini kita anggap ini sebagai jalan tengah. Dari pihak pengusaha juga menahan
              diri  tidak  melakukan  PHK,  dari  pihak  karyawan  juga  menahan  diri  untuk  tidak  menuntut
              menaikkan (gaji-Red) karena ini kan mengalami kesulitan," ucapnya.

              Sehingga  langkah  yang  dilakukan  pemerintah  ini  adalah  jalan  tengah  yang  menguntungkan
              antara perusahaan dan juga para pegawai. Karena saat ini banyak perusahaan yang terdampak
              bahkan ada yang sampai merumahkan pegawainya.

              "Ya artinya itu dianggap untuk saat ini kondisi sulit seperti ini dianggap resep yang solitif, win
              win solution," ujarnya.

              [rnd] Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

















                                                           870
   866   867   868   869   870   871   872   873   874   875   876