Page 876 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 876
PEMERINTAH DILEMATIS TETAPKAN UPAH MINIMUM 2021, PRIORITAS UTAMA
TIDAK ADA PHK
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menerbitkan surat edaran yang isinya
mengatur tentang penetapan upah minimum 2021 di masa pandemi Covid-19 .
Dalam surat edaran tersebut disebutkan gubernur diminta menyesuaikan penetapan nilai upah
minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020, artinya pemerintah tidak menaikan upah
minimum.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno mengatakan memang
saat ini pemerintah juga dalam menghadapi posisi yang sulit akibat pandemi Covid-19 di tanah
air.
Sebab menurut Hendrawan di satu sisi perusahaan diimbau tidak melakukan pemutusan
hubungan kerja (PHK) terhadap para karyawannya.
Namun di satu sisi ekonomi saat ini sedang terdampak adanya pandemi.
"Ya memang sangat dilematis dalam kondisi kesulitan saat ini akibat resesi. Jadi dalam kondisi
seperti ini adalah prioritas utama bagaimana perusahaan-perusahaan diimbau tidak melakukan
PHK," ujar Hendrawan dalam pernyataannya, Kamis (29/10/2020).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini berujar jika masyarakat menuntut
kenaikan upah maka hal itu sangat tidak bijak.
Pasalnya ekonomi saat ini sedang terdampak begitupun para perusahaan.
"Nah dalam kondisi begini kalau ada kenaikan upah memang sangat memukul ya. Karena
pertumbuhan ekonomi juga minus,"katanya.
Oleh sebab itu jalan tengah yang diambil pemerintah adalah tidak menaikan upah minimum 2021
ini.
Hal ini juga sekaligus menjaga kemampuan perusahaan di tengah pandemi Covid 19 seperti
sekarang ini.
"Oleh sebabnya ini kita anggap sebagai jalan tengah. Dari pihak pengusaha juga menahan diri
tidak melakukan PHK, dari pihak karyawan juga menahan diri untuk tidak menuntut menaikan
(gaji-Red) karena ini kan mengalami kesulitan," ungkapnya.
Sehingga langkah yang dilakukan pemerintah ini adalah jalan tengah yang menguntungkan
antara perusahaan dan juga para pegawai.
Karena saat ini banyak perusahaan yang terdampak bahkan ada yang sampai merumahkan
pegawainya.
"Ya artinya itu dianggap untuk saat ini kondisi sulit seperti ini dianggap resep yang solutif, win
win solution," pungkasnya.(Willy Widianto).
875

