Page 904 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 904
Penurunan tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan II yang tumbuh minus 5,32
persen. Kemudian berdasarkan data analisis dari hasil survei dampak Covid-19 terhadap pelaku
usaha yang ditemukan oleh BPS, terdapat 82,85 persen perusahaan cenderung mengalami
penurunan pendapatan.
Sebanyak 53,17 persen usaha menengah dan besar dan 62,21 persen usaha mikro dan kecil
mengalami kendala keuangan terkait pegawai dan operasional.
"Ini beberapa survei yang menjadi latar belakang kenapa dikeluarkan SE tersebut. Jadi, intinya
sebagian besar perusahaan tidak mampu membayar upah meskipun sebatas upah minimum
yang berlaku saat ini," kata Ida seperti dikutip dari laman Kemenaker, Rabu (28/10/2020).
Kemudian, kondisi tersebut telah dibicarakan dalam forum yang ada di Dewan Pengupahan
Nasional (Depennas) yang terdiri atas Tripartit yaitu unsur pemerintah, serikat pekerja/ buruh,
dan pengusaha. Dalam forum itu telah dilakukan diskusi secara mendalam.
"Diskusi mendalam kami lakukan dalam waktu cukup lama. Penetapan ini adalah jalan tengah
yang kita ambil hasil diskusi di Depenas," ucapnya.
Menurut Manaker, tidak naiknya upah minimum bukan berarti pemerintah diam begitu saja
karena sampai sekarang pemerintah masih terus memberi subsidi kepada para pekerja dalam
bentuk subsidi gaji/upah, kartu prakerja, dan berbagai bantuan.
"Jadi, ini salah satu cara kita agar daya beli para pekerja kita tetap ada. Dan saya melihat sendiri
temen-temen pekerja kita merasa terbantu dengan adanya subsidi gaji/upah dari pemerintah,"
ucapnya.
Ida mengatakan bahwa dana untuk bantuan subsidi gaji/upah bukan berasal dari BPJS
Ketenagakerjaan, melainkan dari pemerintah yang bersumber dari APBN.
903

