Page 924 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 924

18 PROVINSI TAK NAIKKAN UPAH MINIMUM 2021, DAERAH LAIN BAGAIMANA?

              Sebanyak  18  provinsi  dipastikan  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  tidak
              menaikkan upah minimum 2021 .

              Kepala  daerah  di  18  provinsi  bakal  mengikuti  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor
              M/ll/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Corona
              Virus Disease 2019 (COVID-19).

              "Terkait dengan upah minimum provinsi sampai tadi malam sudah ada 18 provinsi yang mereka
              akan mengikuti Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan," kata Ida di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

              Dirinya  menekankan  bahwa  keputusan  yang  dituangkan  dalam  SE  tersebut  sudah
              memperhitungkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan di tengah pandemi COVID-19.

              "Mungkin  teman-teman  juga  sudah  membaca,  kami  di  situ,  di  surat  edaran  tersebut  kami
              menyampaikan  latarbelakang  kenapa  SE  itu  dikeluarkan,  tidak  lain  dan  tidak  bukan  karena
              dilatarbelakangi  dengan  menurunnya  kondisi  perekonomian  Indonesia  serta  ketenagakerjaan
              pada masa pandemi COVID-19," paparnya.

              Berdasarkan pemantauan Selasa, 27 Oktober 2020, pukul 16.35 WIB, daerah tersebut yaitu: 1)
              Jawa Barat 2) Banten 3) Bali 4) Aceh 5) Lampung 6) Bengkulu 7) Kepulauan Riau 8) Bangka
              Belitung 9) Nusa Tenggara Barat 10) Nusa Tenggara Timur 11) Sulawesi Tengah 12) Sulawesi
              Tenggara 13) Sulawesi Barat 14) Maluku Utara 15) Kalimantan Barat 16) Kalimantan Timur 17)
              Kalimantan Tengah 18) Papua Masih ada peluang provinsi lain menaikkan upah? Klik halaman
              selanjutnya.

              Ida  telah  mengeluarkan  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  M/ll/HK.04/X/2020
              tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019
              (COVID-19).  Bagaimana  jika  gubernur  tidak  mengikuti  SE  tersebut  lalu  menaikkan  upah
              minimum provinsinya (UMP)? "Di surat edaran itu memang meminta (gubernur mengikuti SE),
              tetapi saya kira gubernur akan juga melihat kondisi perekonomian di masing-masing provinsinya.
              Saya kira Dewan Pengupahan Daerah juga akan dilibatkan dalam merumuskan upah minimum
              provinsi (UMP)," kata Ida.

              Ida  menerangkan  bahwa  dirinya  menyampaikan  surat  edaran  kepada  gubernur  lalu  yang
              menetapkan upah minimum adalah para kepala daerah tersebut.

              Tapi Ida tidak menyatakan secara gamblang bahwa gubernur boleh saja tidak mengikuti SE
              tentang upah, kemudian menaikkan upah minimum.

              "Surat  edaran  ini  kami  sampaikan  kepada  para  gubernur,  yang  menetapkan  upah  minimum
              adalah gubernur," jelasnya.
              Melalui SE tersebut Ida menyatakan penetapan upah minimum 2021 mempertimbangkan kondisi
              perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  COVID-19  dan  perlunya  pemulihan  ekonomi
              nasional, diminta kepada gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan nilai upah minimum
              tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020.

              "Sekali lagi, yang menetapkan upah minimum tersebut adalah para gubernur. Kami meminta
              (sesuai SE) dengan latar belakang dan beberapa landasan yuridis yang kami juga sebutkan di
              surat  edaran  tersebut,  ini  menjadi  penguat  bagi  para  gubernur  dalam  mengambil  kebijakan
              terkait dengan upah minimum tersebut. Jadi sekali lagi, ini yang akan menetapkan adalah para
              gubernur," tambahnya.



                                                           923
   919   920   921   922   923   924   925   926   927   928   929