Page 927 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 927

Judul               Alasan Upah Minimum 2021 Tak Naik Menurut Menaker Ida Fauziyah
                Nama Media          tempo.co
                Newstrend           Peraturan Upah Minimum
                Halaman/URL         https://bisnis.tempo.co/read/1400383/alasan-upah-minimum-2021-tak-
                                    naik-menurut-menaker-ida-fauziyah
                Jurnalis            Antara
                Tanggal             2020-10-29 05:57:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Kementerian Ketenagakerjaan
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Narasumber

              negative  -  Ida  Fauziyah  (Menaker)  Penurunan  perekonomian  tersebut  bisa  dilihat  dari
              pertumbuhan ekonomi triwulan kedua yang minus 5,32 persen

              neutral  -  Ida  Fauziyah  (Menaker)  Itu  beberapa  survei  yang  menjadi  latar  belakang  kenapa
              keluarnya surat edaran tersebut



              Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan alasan upah minimum provinsi
              (UMP) tidak naik pada 2021 yaitu karena kondisi perekonomian nasional yang merosot sebagai
              dampak  dari  pandemi  Covid-19.  "Penurunan  perekonomian  tersebut  bisa  dilihat  dari
              pertumbuhan ekonomi triwulan kedua yang minus 5,32 persen," kata Ida di Jakarta, Rabu, 28
              Oktober 2020.



              ALASAN UPAH MINIMUM 2021 TAK NAIK MENURUT MENAKER IDA FAUZIYAH
              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan alasan upah minimum provinsi
              (UMP) tidak naik pada 2021 yaitu karena kondisi perekonomian nasional yang merosot sebagai
              dampak dari pandemi Covid-19.

              "Penurunan perekonomian tersebut bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan kedua yang
              minus 5,32 persen," kata Ida di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020.

              Selain itu, berdasarkan data analisis hasil survei dampak Covid-19 terhadap pelaku usaha yang
              dilakukan  oleh  Badan  Pusat  Statistik  (BPS),  terdapat  82,85  persen  perusahaan  cenderung
              mengalami penurunan pendapatan.

              Kemudian, masih dalam survei yang sama juga ditemukan bahwa sebanyak 53,17 persen usaha
              menengah dan besar dan 62,21 persen usaha mikro dan kecil menghadapi kendala keuangan
              terkait pegawai dan operasional.
                                                           926
   922   923   924   925   926   927   928   929   930   931   932