Page 932 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 932

18 PROVINSI INI TETAPKAN UPAH MINIMUM TIDAK NAIK 2021

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menyatakan, sampai 27 Oktober malam, dilaporkan ada
              18 provinsi yang telah sepakat mengikuti surat edaran terkait penetapan upah minimum 2021
              pada masa pandemi Covid-19.

              Dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/11/HK.04/2020, Menaker memutuskan Upah Minimum Tahun
              2021 atau UMP tahun depan sama dengan tahun ini.

              "Terkait upah minimum sampai tadi malam sudah ada 18 provinsi yang akan mengikuti Surat
              Edaran Menteri Ketenagakerjaan," tutur Ida Fauziah di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

              Berdasarkan  pemantauan  sampai  hari  Selasa,  27  Oktober  2020,  pukul 16.35  WIB,  beberapa
              daerah  telah  melaksanakan  sidang  Dewan  Pengupahan  Provinsi  dalam  rangka  persiapan
              penetapan  upah  minimun  (UM)  tahun  2021  yang  telah  menghasilkan  kesepakatan  akan
              melaksanakan SE Menteri Ketenagakerjaan.

              Kedelapan belas provinsi itu adalah Banten, Bali, Aceh, Lampung, Bengkulu, Kepulauan Riau,
              Bangka  Belitung,  Nusa  Tenggara  Barat,  Nusa  Tenggara  Timur,  Sulawesi  Tengah,  Sulawesi
              Tenggara,  Sulawesi  Barat,  Maluku  Utara,  Kalimantan  Barat  Kalimantan  Timur,  Kalimantan
              Tengah, dan Papua.

              "Jadi, sebenarnya posisinya setelah kita mendiskusikan secara mendalam, mempertimbangkan
              berbagai hal, jalan tengah yang bisa kita ambil adalah dengan tetap sebagaimana upah minimum
              2020." "Ini adalah jalan tengah yang kita ambil hasil diskusi di Dewan Pengupahan Nasional. Kita
              harap para gubernur menjadikan ini sebagai referensi dalam menetapkan upah minimum," jelas
              dia.

              Surat Edaran itu ditujukan kepada Gubernur se-Indonesia.
              Penerbitan  SE  dilakukan  untuk  memberikan  perlindungan  dan  keberlangsungan  bekerja  bagi
              pekerja/buruh  serta  menjaga  kelangsungan  usaha.  Perlu  dilakukan  penyesuaian  terhadap
              penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              Selain itu, pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada kondisi perekonomian dan kemampuan
              perusahaan dalam memenuhi hak pekerja/buruh termasuk dalam membayar upah.

              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan
              perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada Gubernur untuk melakukan penyesuaian
              penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai Upah Minimum Tahun 2020,"
              kata Menaker Ida.

              Surat edaran penetapan upah minimum tersebut diteken oleh Menaker pada 26 Oktober 2020.

              Selanjutnya, secara resmi akan ditetapkan dan diumumkan oleh seluruh pemerintah daerah pada
              akhir Oktober 2020.
              "Melaksanakan  penetapan  upah  minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan  peraturan
              perundang-undangan.  Menetapkan  dan  mengumumkan  Upah  Minimum  Provinsi  Tahun  2021
              pada tanggal 31 Oktober 2020," ujar perempan berhijab ini.









                                                           931
   927   928   929   930   931   932   933   934   935   936   937