Page 967 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 967

Menurut  ida,  penerbitan  SE  tersebut  salah  satunya  dilatarbelakangi  oleh  lesunya  kondisi
              perekonomian  Indonesia  serta  ketenagakerjaan  imbas  pandemi.  Penurunan  tersebut  dapat
              dilihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan II yang tumbuh minus 5,32%.

              Kemudian berdasarkan data analisis dari hasil survei dampak COVID-19 terhadap pelaku usaha
              yang  ditemukan  oleh  BPS,  terdapat  82,85%  perusahaan  cenderung  mengalami  penurunan
              pendapatan. Sebanyak 53,17% usaha menengah dan besar dan 62,21% Usaha Mikro dan Kecil
              mengalami kendala keuangan terkait pegawai dan operasional.

              "Ini beberapa survei yang menjadi latar belakang kenapa dikeluarkan SE tersebut. Jadi intinya
              sebagian  besar  perusahaan  tidak  mampu  membayar  upah  meskipun  sebatas  upah  minimum
              yang berlaku saat ini," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2020).

              Dia menuturkan kondisi tersebut telah dibicarakan dalam forum yang ada di Dewan Pengupahan
              Nasional (Depennas) yang terdiri atas Tripartit yaitu unsur pemerintah, serikat pekerja/buruh,
              dan pengusaha. Di forum itu telah dilakukan diskusi secara mendalam.
              "Diskusi mendalam kami lakukan dalam waktu cukup lama. Penetapan ini adalah jalan tengah
              yang kita ambil hasil diskusi di Depenas," ucapnya.

              Menurutnya, tidak naiknya upah minimum bukan berarti pemerintah diam begitu saja, karena
              sampai sekarang pemerintah masih terus memberikan subsidi kepada para pekerja dalam bentuk
              subsidi gaji/upah, kartu pra kerja, dan berbagai bantuan lainnya.

              Ia menegaskan dana untuk bantuan subsidi gaji/upah bukan berasal dari BPJS Ketenagakerjaan,
              melainkan dari pemerintah yang bersumber dari APBN.

              "Jadi ini salah satu cara kita agar daya beli para pekerja kita tetap ada. Dan saya melihat sendiri
              temen-temen pekerja kita merasa terbantu dengan adanya subsidi gaji/upah dari pemerintah,"
              tandasnya.







































                                                           966
   962   963   964   965   966   967   968   969   970   971   972