Page 988 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 988

Ekonom  Institute  for  Development  of  Economics  and  Finance  (Indef)  Bhima  Yudhistira
              mengatakan  bahwa  di  tengah  tekanan  pandemi  saat  ini,  sebaiknya  pemerintah  mendorong
              kenaikan upah minimum.



              INDEF: UMP 2021 TAK NAIK, DAYA BELI SULIT TERUNGKIT

              Pemerintah  memutuskan  untuk  tidak  menaikkan  upah  minimum  (UMP)  2021  karena
              mempertimbangkan aspek kondisi perekonomian Indonesia pada masa pandemi Covid-19 dan
              perlunya pemulihan ekonomi nasional. Keputusan tersebut tertuang dalam surat edaran Menteri
              Ketenagakerjaan RI No M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetaan Upah Minimum Tahun 2021 pada
              Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

              Ekonom  Institute  for  Development  of  Economics  and  Finance  (Indef)  Bhima  Yudhistira
              mengatakan  bahwa  di  tengah  tekanan  pandemi  saat  ini,  sebaiknya  pemerintah  mendorong
              kenaikan upah minimum.

              Sementara itu, persoalan besaran kenaikan tentu harus mempertimbangkan indikator ekonomi
              dan forum tripartit dimana pemerintah berfungsi sebagai mediator.

              "Sejauh ini pemerintah melalui kementerian tenaga kerja berpihak kepada pengusaha dan tidak
              memposisikan diri sebagai mediator antara kepentingan pengusaha dan pekerja. Padahal fungsi
              upah minimum itu untuk perlindungan bagi pekerja. dan upah minimum hanya mengatur upah
              pekerja yang paling bawah,"tuturnya saat dihubungi, Rabu (28/10).

              Bahkan  Bhima  mengatakan  jika  sebelumnya  itu  sudah  keluar  Surat  Edaran  Menaker  Nomor
              M/6/HI.00.01/V/2020  membuka  peluang  THR  tak  dibayar  tepat  waktu  oleh  pengusaha.
              Kemudian  adanya  UU  Cipta  Kerja  yang  berisi  banyak  hak  pekerja  yang  berkurang  dan
              memberikan ketidakpastian kerja ( job uncertainty ).

              "Jadi kalau sekarang ditambah upah minimum tidak naik, maka ini strategi yang salah untuk
              perlindungan pekerja dan pemulihan ekonomi,"jelasnya.

              Ia menambahkan secara logika upah minimum bertujuan untuk melindungi buruh yang rentan
              dan menaikkan daya beli. Sementara itu, jika upah minimum tidak naik, maka efek ke daya beli
              buruh akan sulit pulih dalam waktu cepat. Padahal pemerintah memproyeksikan inflasi tahun
              2020 di kisaran 3%. Kalau inflasi naik, tapi upah minimum tidak naik maka pekerja rentan anjlok
              daya belinya.

              "Ini berpengaruh pada konsumsi agregat tahun 2021. Konsumsi punya peran penting pada PDB,
              sehingga diproyeksikan ekonomi masih akan alami kontraksi," paparnya.

              Bahkan ia menilai program bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah di tahun depan pun
              tidak  bisa  menggantikan  tidak  naiknya  upah  minimum.  Sebab  masalah  utama  terletak  pada
              rendahnya belanja jaminan sosial dari PDB yang hanya 2,1%, hal ini jauh dari negara tetangga.

              "Jauh di bawah negara tetangga. bahkan Timor Leste memiliki 13,8% dari PDB. Oleh karena itu
              kesimpulannya tetap harus didorong kenaikan upah minimum,"tuturnya.

              Dengan demikian, ia meminta pemerintah untuk belajar dari negara lain, pasalnya di AS saja
              negara  yang  kapitalis  liberal,  Presiden  Trump  sedang  perjuangkan  kenaikan  upah  minimum
              federal sebesar US$15 per jam.

              "Indonesia kan negara Pancasilais, harusnya ada keberpihakan yang lebih besar bagi pekerja
              rentan khususnya dalam menghadapi masa pandemi dan resesi ekonomi,"jelasnya. Editor : Gora
              Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id).
                                                           987
   983   984   985   986   987   988   989   990   991   992   993