Page 984 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 984

Kendati pemerintah pusat telah menetapkan upah minimum tersebut, keputusan tetap menjadi
              ranah kepala daerah.
              "Surat  edaran  ini  kami  sampaikan  kepada  para  gubernur,  yang  menetapkan  upah  minimum
              adalah gubernur. Kami memberikan surat edaran dengan, mungkin teman-teman juga sudah
              membaca kami di situ. Di surat edaran tersebut kami menyampaikan latar belakang kenapa surat
              edaran itu dikeluarkan. Tidak lain dan tidak bukan karena di latar belakangi dengan menurunnya
              kondisi perekonomian Indonesia serta ketenagakerjaan pada masa pandemi Covid-19," katanya.

              Selain itu, kata dia, kebutuhan hidup layak (KHL) para buruh /pekerja juga menjadi landasan
              penetapan  upah  minimum  2021,  yang  diatur  di  dalam  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan
              (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2020 dan juga Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015.

              "Sebenarnya untuk upah minimum tahun 2021 itu menggunakan KHL sebagaimana ketentuan
              yang ada di PP 78 Tahun 2015. PP 78 2015 yang bersumber dari Undang-Undang 13/2003.
              Undang-undang ini didesain, peraturan pemerintah ini didesain dalam kondisi tidak memprediksi
              terjadi kondisi seperti adanya pandemi ini," ucap dia.

              "Dan  kalau  kita  melihat  penetapan  nilai  KHL  yang  kita  tetapkan  itu  tidak  semua  akibat  dari
              penetapan itu tidak semua provinsi akan mengalami kenaikan. Tapi tidak semua juga provinsi
              akan mengalami penurunan. Jadi sebenarnya posisinya setelah kita diskusikan secara mendalam,
              mempertimbangkan berbagai hal," tambah dia.

              Dengan demikian, pemerintah pun akhirnya mengambil titik tengah upah minimum 2021 dengan
              melibatkan Dewan Pengupahan Nasional (Depenas).

              Kabar Buruk bagi Buruh, Setelah UU Cipta Kerja, Kini Muncul Keputusan Upah Minimum Tahun
              Depan  Tetap  "Jalan  tengah  yang  bisa  kita  ambil  adalah  dengan  tetap  sebagaimana  upah
              minimum  tahun  2020.  Ini  adalah  jalan  tengah  kita  ambil  dari  hasil  diskusi  kita  di  dewan
              pengupahan  nasional.  Semoga  para  gubernur  menjadikan  ini  sebagai  referensi  dalam
              menetapkan upah minimum," ucapnya.

              Perlu diketahui, pada 26 Oktober 2020, Menaker telah meneken surat edaran penetapan upah
              minimum tahun 2021, yang ditujukan kepada gubernur seluruh provinsi.

              Isi surat tersebut menetapkan upah minimum tahun depan sama dengan upah minimum tahun
              2020.

              Berikut 18 provinsi yang mengikuti SE penetapan upah minimum Menaker tersebut berdasarkan
              data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) per 27 Oktober 2020: 1) Jawa Barat 2) Banten
              3) Bali 4) Aceh 5) Lampung 6) Bengkulu 7) Kepulauan Riau 8) Bangka Belitung 9) Nusa Tenggara
              Barat 10) Nusa Tenggara Timur 11) Sulawesi Tengah 12) Sulawesi Tenggara 13) Sulawesi Barat
              14) Maluku Utara 15) Kalimantan Barat 16) Kalimantan Timur 17) Kalimantan Tengah 18) Papua.

              Buruh  Minta  Gubernur  Tak  Nurut  Ketua  DPD  FSP  LEM  SPSI  Jawa  Barat,  Muhamad  Sidarta
              mengatakan, pihaknya telah menduga pemerintah pusat akan mengeluarkan surat edaran dan
              memutuskan  bahwa  Upah  Minimun  Provinsi  (UMP)  Tahun  2021  tidak  naik,  sebab  wacana
              tersebut telah muncul dan terdengar sejak jauh-jauh hari oleh semua buruh di Indonesia.

              Namun ia menyayangkan di saat Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat tengah membahas
              nasib para buruh, Menaker terburu-buru mengeluarkan kebijakan tersebut, yang seolah aspirasi
              para buruh tidak diperlukan atau tidak diusah didengar lagi.

              Padahal yang diperjuangkan merupakan nasib para buruh .




                                                           983
   979   980   981   982   983   984   985   986   987   988   989