Page 45 - SMTR 2 SKI_ MI_ KELAS_V
P. 45

Khalifah Usman memikul tugas yang berat untuk melanjutkan pemerintahan khalifah

               Umar  bin  Khattab.  Khalifah  Usman  memerintah  dengan  penuh  kelembutan  dan  santun.  Ia
               merupakan  khalifah  terlama  di  antara  empat  khalifah  khulafaur  rasyidin,  yakni  menjabat

               selama dua belas (12) tahun. Prestasi khalifah Utsman bin Affan di antaranya adalah:

                1. Menumpas Pemberontakan di Daerah

                       Semenjak khalifah Umar wafat, daerah-daerah yang sudah dikuasai Islam pada masa

                 khalifa  Umar  melakukan  pemberontakan.  Mereka  ingin  membangkitkan  kekuasaan
                 pemerintahan lama yang telah dikalahkan. Para mantan penguasa dan pejabat pemerintahan

                 lama di Persia menyusun kekuatan untuk menjadikan mereka berkuasa lagi. Pemberontakan
                 ini terjadi di Khurasan. Di samping itu, kota Iskandariah yang dulunya telah dikuasai oleh

                 pemerintahan Islam dierang oleh bangsa Romawi yang dipimpin oleh panglima Manuel dari
                 Armenia.

                        Khalifah Usman mengirim pasukan untuk menumpas kedua pemberontakan di atas.

               Pasukan  yang dikirim  khalifah  berhasil  menumpas  kedua  pemberontakan  tersebut.  Dengan
               kemenangan  ini  daerah  Khurasan  dan  Iskandariah  berhasil  dikuasai  kembali  oleh

               pemerintahan  Islam.  Kedua  daerah  tersebut  kembali  aman  tentram  di  bawah  panji -panji
               Islam.


            2. Menghadapi Pertentangan Bangsa Romawi

                        Khalifah Usman berhasil mengirim pasukan untuk melawan pasukan Romawi yang
               dipimpin  kaisar  Constantin.  Sementara  pasukan  Islam  dipimpin  oleh    Abdullah  Ibnu  Abi

               Sarah,  Gubernur  Mesir.  Peperangan  ini  terjadi  di  laut  tengah  dekat  Kota  Iskandariah  pada
               tahun  31  Hijriah.  Peperangan  ini  melibatkan  banyak  kapal  perang  sehingga  perang  ini

               dinamakan    perang    Dzatis    Sawari    (peperangan    tiang    kapal).    Pasukan    Islam    hanya
               berjumlah 200 kapal, sedangkan pasukan musuh berjumlah 1000 kapal. Namun pasukan Islam

               berhasil membuat pasukan Romawi kocar kacir.


            3. Membukukan Mushaf Al-Qur’an

                        Pada masa khalifah Usman daerah kekuasaan Islam semakin luas dan sahabat Nabi

               banyak menyebar di berbagai daerah. Hal ini menyebabkan beragamnya dialek pembacaan al-
               Qur’an. Perbedaan ini dapat memicu perpecahan di antara umat Islam. Karena itu, khalifah

               Usman  membuat  keputusan  untuk  menyeragamkan  bacaan  al-Qur;an  dalam  satu  mushaf.

               Akhirnya  beliau  membentuk  tim  penulisan  al-Qur’an  yang  dipimpin  oleh  Zaid  bin  Tsabit.








                                                             SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM -  KELAS V     144
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50