Page 15 - E-Modul Kebijakan Cultuurstelsel Belanda di Karesidenan Madiun
P. 15

15






                            Kebijakan  Cultuurstelsel pertama  kali diperkenalkan oleh


                     Van  den  Bosch  pada  tahun  1830.  Konsep  dasar  kebijakan

                     Cultuurstelsel adalah meningkatkan produksi tanaman ekspor.


                     Kebijakan  tersebut  dianggap  mampu  untuk  mengisi


                     kekosongan  kas  keuangan  Belanda  akibat  perang


                     Diponegoro (1825-1830) dan perang Belanda dengan Belgia

                     (Nurhajarini,  2018:  17). Adapun    jenis tanaman  yang harus


                     ditanam  oleh  rakyat  meliputi  kopi,  tebu,  dan  indigo,  serta


                     tanaman  lain  yang  ditanam  dalam  skala  kecil    seperti


                     tembakau, lada, teh, dan kayu manis (Kartodirdjo, 1991:57).

                     Ketentuan  pelaksanaan  cultuurstalsel  tersebut,    diatur


                     berdasarkan Lembaran Negara (Staatblad) tahun 1834 No. 2


                     sebagai berikut.


                        1. Melalui  persetujuan,  penduduk  menyediakan  sebagian

                            tanahnya untuk penanaman tanaman perdagangan yang


                            dapat dijual di pasaran Eropa,


                        2. Tanah  yang  disediakan  untuk  penanaman  tanaman

                            perdagangan tidak boleh melebihi seperlima dari tanah


                            pertanian yang dimiliki penduduk,


                        3. Pekerjaan  yang  diperlukan  untuk  menanam  tanaman


                            perdagangan boleh melebihi pekerjaan yang dibutuhkan

                            untuk menanam padi,


                        4. Bagian  tanah  yang  ditanami  tanaman  perdagangan


                            dibebaskan dari pembayaran pajak tanah,
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20