Page 20 - E-Modul Kebijakan Cultuurstelsel Belanda di Karesidenan Madiun
P. 20

20






                     mengambil  alih  wilayah  luaran  atau  Mancanegara  tersebut


                     termasuk  Madiun.  Berdasarkan  Algemeene  Verslag  Madiun

                     tahun  1832  bendel  VIII,  wilayah  Madiun  mulai  diatur  oleh


                     pemerintah  Belanda  pada  awal  tahun  1832.  Adapun  orang


                     orang Belanda mulai datang dan menetap di wilayah ini pada


                     tahun  1860.  Sebagian  dari  mereka  bekerja  sebagai  sebagai

                     ambtenar  karesidenan  dan  controleur perkebunan  rakyat.  Pada


                     awal  kedatangannya,    orang-orang    Belanda    tersebut


                     bertempat    tinggal    di    Desa  Kartoharjo  bagian  utara  dan


                     bagian selatan (Hadiatmodjo, 1980:205).

                           Pada  masa  pemerintahan  Belanda,  setiap  karesidenan


                     dipimpin  oleh  residen.  Proses  pemilihan  residen  sendiri


                     ditunjuk  secara  langsung  oleh  Pemerintah  Belanda.


                     Kedudukan seorang residen lebih tinggi dari asisten residen

                     dan  bupati.  Residen  memiliki  tugas  utama  untuk


                     mengkoordinasi  dan  mengawasi  jalannya  pemerintahan  di


                     setiap kabupaten. Adapun tata pemerintahan di Karesidenan

                     Madiun yaitu seorang residen berkedudukan di Madiun Kota,


                     asisten  residen  berkedudukan  di  Madiun  Kota,  tiga  orang


                     asisten  residen  berkedudukan  di  Madiun,  Ngawi,  dan


                     Ponorogo,  sekretaris  berkedudukan  di  kantor  karesidenan,

                     dan  bupati  berkedudukan  di  daerah  kabupaten  (Wulan,


                     2020:7).


                       Adapun untuk memperkuat administrasi Hindia Belanda di


                     Madiun  dan  mendukung  pelaksanaan  kebijakan  politik
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25