Page 21 - E-Modul Kebijakan Cultuurstelsel Belanda di Karesidenan Madiun
P. 21
21
ekonomi Belanda, pemerintah Belanda melakukan
reorganisasi wilayah dan birokrasi pemerintahan di wilayah
Madiun. Proses awal reorganisasi tersebut dimulai pada
tahun 1832 dengan pengangkatan L.de Launy sebagai residen
pertama Madiun, bersama tiga asisten residen dan dua orang
controleur. Selanjutnya, diikuti reorganisasi wilayah sebagai
upaya menata kembali pembagian kawasan administrasi di
Madiun.
Pemerintah Belanda mengurangi jumlah kabupaten
melalui beberapa resolusi yang telah dikeluarkan. Resolusi
pertama diresmikan pada 31 Agustus 1830 dengan
penghapusan 3 kabupaten dari 17 kabupaten. Resolusi kedua
pada 6 Juni 1832 No. 1 dengan memisahkan Pacitan dari
wilayah keresidenan Madiun. Resolusi ketiga pada 22 Maret
1833 No. 1 dengan menghapus 6 kabupaten. Resolusi yang
terakhir berupa resolusi yang dikeluarkan oleh residen E.
Francis pada 7 Januari 1839 No. 3 dengan membagi
keresidenan Madiun menjadi empat Afdeling yang berpusat di
Madiun, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo (Margana,
2017:114).
Selain melakukan reorganisasi wilayah administrasi,
pemerintah Belanda juga melakukan reorganisasi birokrasi
dan pemerintahan. Pada tahun 1830, wilayah Madiun
memiliki kurang lebih 20 bupati yang kemudian jumlah
tersebut diperkecil oleh pemerintah Belanda menjadi 5 orang

