Page 19 - E-Modul Kebijakan Cultuurstelsel Belanda di Karesidenan Madiun
P. 19

19









                Pelaksanaan Kebijakan Cultuurstelsel                                    2


                Di Karesidenan Madiun




                     A. Madiun Menjadi Bagian Negara Kolonial Hindia Belanda

                     Karesidenan Madiun merupakan  wilayah  yang dibatasi oleh


                     Gunung  Lawu  di  sebelah  barat,  Gunung  Wilis  di  sebelah


                     timur, dan Gunung Kelud di sebelah utara. Secara geografis,

                     Madiun berada di daerah cekungan gunung yang cenderung


                     subur dan memiliki banyak sumber mata air yang berasal dari


                     pegunungan  pegunungan  di  sekitar  wilayah  Madiun.

                     Sedangkan  secara  geologis,  Madiun  didominasi  oleh  tanah


                     aluvial.  Namun,  terdapat  juga  jenis  tanah  lain  seperti


                     mediteran,  grumusol,  litosol  dan  latosol.  Presentase  jenis


                     tanah di wilayah Madiun sendiri adalah 36% tanah alluvial, 26%

                     tanah mediteran, 21% tanah grumosol, 13% latosol, dan 4%


                     tanah litosol. Banyaknya kandungan tanah alluvial inilah yang


                     menyebabkan  kondisi  tanah  di  wilayah  Madiun  menjadi


                     subur.  Tanah  alluvial  sendiri  terbentuk  melalui  endapan

                     lumpur  sungai  yang  memiliki  sifat  yang  subur  (Wulan,


                     2020:5).


                            Sebelum menjadi bagian negara kolonial Hindia Belanda,


                     Madiun  merupakan  wilayah  kesultanan  Yogyakarta  yang

                     disebut  sebagai  wilayah  luaran  atau  mancanegara.  Pasca


                     berakhirnya  perang  Jawa  tahun  (1825-1830),  Belanda
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24