Page 11 - E MODUL PERPAJAKAN
P. 11

konsultasi, maka pajak atas jasa tersebut dibebaskan oleh pemerintah. “Jadi harapannya adalah tersedia
               barang dan jasa untuk menangani penanganan covid-19 ini,” terang Suryo. Sedangkan terkait dengan
               PMK 34/2020, pemerintah memberikan relaksasi atas barang yang diimpor untuk penanganan covid-
               19. Dalam hal ini, pemerintah membebaskan bea masuk serta menanggung PPN dan PPh pengimpor.
               Barang-barang yang masuk dalam kategori fasilitas tersebut seperti hand sanitizer, test kit, readan,
               APD,      dan     barang    lain    yang     dibutuhkan     dalam     penanganan      pandemi.

               Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/308006-peran-pajak-di-tengah-pandemi-covid-19
               Pada  konteks  mendukung  dunia  usaha,  pihak  pajak  memberikan  fasilitas  kemudahan  dalam
               penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) wajib pajak pribadi maupun wajib pajak badan.
               Misal, untuk wajib pajak pribadi, batas akhir pelaporan SPT yang sedianya berakhir 31 Maret
               diperpanjang  hingga  30  April  2020.  Demikian  pula  dengan  kelengkapan  dokumen  saat
               menyampaikan  SPT,  wajib  pajak  pribadi  maupun  badan,  diberikan  kemudahan  untuk
               menyerahkan sebagian dokumen terlebih dulu pada 30 batas waktu 30 April. Misal untuk wajib
               pajak  pribadi  diperbolehkan  hanya  melampirkan  neraca  sederhana  dan  dokumen  lainnya
               diserahkan kemudian. “Dokumen lain masih bisa dilampirkan hingga 30 juni 2020. Jadi ada masa
               waktu sekitar 2 bulan untuk mengumpulkan, karena melihat kondisi saat ini covid masih sangat
               mewabah di satu sisi, kebijakan physicial distancing dan wfh membuat beberapa aktivitas yang
               membutuhkan kehdarian fisik terkendala. Oleh karena itu kami memberikan relaksasi, bahwa SPT
               tetap diserahkan 30 April, namun kelengkapannya dapat diserahkan sampai 30 Juni 2020,” imbuh
               Suryo.  “Setoran  tahunan  ini  amat  diperlukan  dalam  rangka  penanganan  covid-19,  karena
               penanganan covid ini besar menggunakan APBN 2020. Oleh karena itu, SPT tanggal 30 April
               disampaikan kemudian setoran tahunan juga kami tunggu hingga 30 April 2020,” sambungnya.
               Dukungan pajak untuk dunia industri lainnya ialah dilihat dari terbitnya PMK 23/2020 tentang
               Insentif  Pajak  Untuk  Wajib  Pajak  Terdampak  Wabah  Virus  Corona.  Dalam  peraturan  itu,
               pemerintah memberikan insentif berupa penanggungan PPh 21 karyawan di 19 sektor industri
               manufaktur yang dalam setahun penghasilannya tidak melebihi Rp200 juta; membebaskan PPh
               pasal  22  impor;  memberikan  isnentif  potongan  setoran  PPh  25  sebesar  30%  serta  percepatan
               restitusi   PPN    dengan    ambang     batas   yang    dinaikkan    menjadi    Rp5     miliar.

               Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/308006-peran-pajak-di-tengah-pandemi-covid-
               19
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16