Page 7 - E MODUL PERPAJAKAN
P. 7

b.Obyek Pajak

               Obyek pajak adalah segala sesuatu yang dapat dikenal pajak. Obyek pajak berupa penghasilan
               pegawai,tanah,  bangunan,laba  perusahaan,  kekayaan,  transaksi  jual  beli,  hadiah  dan  undian,
               deviden dan kendaraan. Obyek pajak dibayarkan setiap tahun kalender atau tahun fiscal.Pajak
               tidak dapat dipungut kecuali diketahui obyeknya agar memudahkan Anda dalam memahami obyek
               pajak.Perhatikan ilustrasi berikut :

               Pak  Boby  Saa  memiliki  usaha  kerajinan  Noken.Untuk  menunjang  usahanya,  Pak  Boby  Saa
               mendirikan Galery diatas sebidang tanah dekat rumah.Pak Boby Saa juga memiliki kendaraan
               bermotor untuk menudahkan pemasaran.Setiap tahun pak Boby Saa membayar pajak kendaraan
               bermotor di kantor samsat.Ketika membayar  pajak kendaraan bermotor.Pak Boby Saa membawa
               surat-surat kelengkapan seperti STNK,BPKB, dan kartu tanda penduduk ( KTP),Pak Boby Saa
               membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) setiap tahuin

                                    Dari ilustrasi tersebut , mana yang disebut obyek pajak? Obyek pajak merupakan
               segala sesuatu yang dapat dikenai pajak.Kendaraan bermotor, tanah, dan bangunan merupakan
               obyek pajak.Apakah  ada yang lain ?? silahkan Anda berpikir tentang hal hal yang bisa dimasukkan
               sebagai obyek pajak.

               c.Tarif pajak

               Tarif pajak adalah ketentuan berapa pajak yang harus dibayar berdasarkan dasar atau obyek pajak
               tersebut.Tarif pajak dapat berupa persentase(%) tertentu atau jumlah tertentu (sekian rupiah).Tarif
               pajak digunakan untuk menentukan besarnya pajak yang harus dibayar (Supramono dan Theresia
               Woro Damayanti : 2010 )Sehingga tarif pajak menjadi pembebabanan besar pajak yang dibayar
               wajib pajak dalam bentuk persentase aatau nominal. Ketentuan besarnya tarif pajak ini biasanya
               sudah  diatur  dalam  undang  undang  perpajakn  yang  telah  disesuaikan  dengan  jenis  jenis
               pajak.Macam-macam tarif pajak pada umumnya meliputi

                   •  Tarip  tetap,  yaitu  tarif  pajak  yang  dikenakan  jumlahnya  tetap  dengan  jumlah  rupiah
                       tertentu,  tidak  tergantung  pada  jumlah  obyek  pajak.Misalnya  saja  bea  meterai  yang
                       besarnya sama untuk beberapa transaksi.
                   •  Tarif  proposional,yaitu  tarif  yang  menggunakan  persentase  tetap  untuk  setiap  jumlah
                       obyek pajak.Misalnya tarif pajak bumi dan bagunan (PBB) yang persentasenya sama.Dan
                       juga pajak pertambahan nilai (PPN) 10%.Contoh perhitungan tarif proporsional sebagai
                       berikut :
                       Tabel : 2
                        No.    Dasar Pengenaan Pajak                Tarif Pajak          Besar Utang Pajak
                        1.     Rp.500.000,-                        10%                   Rp.50.000,-
                        2.     Rp.5.000.000,-                      10%                   Rp.500.000,-
                        3.     Rp.50.000.000,-                     10%                   Rp.5.000.000,-
                        4.     Rp.500.000.000,-                    10%                   Rp.50.000.000,-
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12