Page 569 - Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1 by Ibnu Katsir_Neat
P. 569
,.
,.,.
•
� � � �� J5' cJ'j J 1 ''Dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada
� J
S
lagi yang M a hamengetahui (A llah). " (Q . Yusuf: 76).
Masa a h ri a ini merupakan masalah yang a ling rumit menurut
l
b
p
kebanyakan ulama. Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab � e rnah
p
j
mengatakan, tiga hal yang seandainya sa a Rasulullah � mewasiatkan kepada
kami dengan suatu wasiat yang dapat memuaskan kami yaitu dalam masalah;
al-jaddu (bagian warisan kakek), al-kalalah (orang yang meninggal tidak me
b
ninggalkan ayah dan anak), dan e berapa masalah riba. Maksudnya adalah
sebagian masalah yang di dalamnya terdapat percampuran riba, sedangkan
syariat telah menetapkan a hwa sarana yang mengantarkan kepada yang
b
haram itu pun haram hukumnya, karena sesuatu yang mengantarkan kepada
b
yang haram adalah haram, sebagaimana tidak sempurna suatu kewaji a n
kecuali dengan sesuatu, makanya itu menjadi wajib.
Di dalam kitab ash-Shahihain (al-Bukhari dan Muslim) telah ditegaskan
sebuah Hadits yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim dari Nu'man bin
Basyir, ia menceritakan, aku pernah mendengar Rasulullah � bersabda:
II! ,. -• ""' ,. ..a ..a 1 ""' ""' ,. o ,. .,., o �
i:,_:�.: .. \ ��I �I � ,�,6.::·� � );1 ��� �J � 1/JIJ ,� J'}\;I IJ} )
�
�1-JY. �-; ���L..S- ' '�' J �J �\f;:h � �J :,:0) '��J ��
�
( ·- " u ' ;:• - �f·� �
- �f..
, y..
j
"Sesungguhnya yang halal itu telah e las, yang haram pun telah e las, dan di
j
antara keduanya terdapat perkara-perkara yang samar (diragukan). Barangsiapa
menjaga dirinya dari perkara yang diragukan, berarti ia telah menyelamatkan
agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam keraguan,
berarti ia telah terjerumus ke dalam perkara yang haram, seperti penggembala
yang menggemhalakan temaknya di sekitar daerah terlarang, lambat laun ia
akan masuk ke dalamnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Dan di dalam kitab as-Sunan juga diriwayatkan sebuah hadits dari al
u
Hasan bin Ali radiallah ' anhuma, ia menceritakan, aku pemah mendengar
Rasulullah � bersabda:
"Tinggalkan perkara yang engkau ragukan, menuju kepada perkara yang tidak
engkau ragukan "
.
Dalam hadits yang lain Rasulullah � juga bersabda:
..t II o II! ; ,. o o ; II _, o; o "' o •
�
i
( . '-"' WI � � u 'cl_?J �� � ��'JJ � , 1 J .:l\?- w �"jl )
, ,
'
"Dosa itu adalah sesuatu yang mengganj� di dalam hatimu, yang padanya jiwa
menjadi ragu, dan engkau tidak suka hila diketahui orang lain."
550 Tafsir b nu Katsir )uz 3
l

