Page 335 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 335
Penutup 321
tentang nasionalisme dan wujud negara yang diinginkan, sebagai
negara merdeka, sudah dirintisnya sejak 1917 di Bandung. Atas
bekal dan kualitas pribadinya sebagai orang Kalimantan pertama
yang bergelar Sarjana ia ditunjuk sebagai gubernur pertama
Provinsi Kalimantan.
5. Gubernur Mr. I Gusti Ketut Pudja (Provinsi Bali) adalah
bangsawan Bali dari Buleleng. Puri Sukasada, tempat asalnya,
merupakan salah satu puri tempat asal intelektual modern dan
antifeodal di Bali. I Gusti Ketut Pudja adalah orang Bali pertama
yang bergelar Meester in de Rechten atau Sarjana Hukum. Atas
dasar itu ia ditunjuk mewakili Bali di BPUPKI dan PPKI, kemudian
sebagai gubernur Bali yang pertama.
6. Gubernur Mr. J. Latuharhary (Provinsi Maluku), seorang Meester
in de Rechten, lulusan Universitas Leiden, Negeri Belanda, ini
menguasai banyak bahasa asing—Belanda, Inggris, Jerman, dan
Perancis. Ketika kuliah di Leiden pada 1920-an, ia berteman baik
dengan Soebardjo, A. A. Maramis, Nasir Datuk Pamuntjak,
Soetomo, J. B. Sitanala Sukiman, Mohammad Hatta, Iwa Kusuma
Sumantri, dan lain-lain. Pertemanan itulah yang membentuk
kepribadiannya dan kesadaran nasionalnya. Sekembali di Tanah
Air (1927), ia nyaris tidak pernah berhenti berjuang dalam
berbagai cara untuk mencapai Indonesia merdeka hingga
akhirnya ia ditunjuk sebagai gubernur Maluku pertama.
7. Gubernur Dr. G. S. S. J. Ratulangi (Provinsi Sulawesi), lahir di
Tomohon pada 1890, Doktor dalam bidang ilmu pasti dan alam
dari Swiss. Sejak di Eropa ia terkenal sangat berpandangan
nonkooperatif; pada 1927 menjadi anggota Volksraad, dan pada
masa kekuasaan Jepang ia tidak termasuk sebagai anggota
BPUPKI namun sangat aktif mengikuti sidang-sidang PPPKI,
hingga kemudian ia ditunjuk menjadi gubernur pertama di
Sulawesi.
8. Gubernur Mr. Teuku Mohammad Hasan (Provinsi Sumatera), lahir
di Pidie pada 1906; ayahnya seorang hulubalang yang sangat
berkuasa di wilayah Pineung, sedangkan ibunya, Cut Manyak,

