Page 334 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 334
320 Gubernur Pertama di Indonesia
oleh masyarakat Jawa Timur, termasuk oleh kelompok Kesatuan
Kelaskaran Perjuangan di Jawa Timur.
2. Gubernur Raden Panji Soeroso (Provinsi Jawa Tengah) adalah
seorang keturunan menak, priayi Jawa terkemuka. Ia seorang
nasionalis murni yang sejak usia 15 tahun sudah bergabung dalam
pergerakan nasional Boedi Oetomo dan Sarekat Islam. Ia
kemudian menjadi anggota Volksraad sejak kekuasaan
pemerintahan kolonial Belanda hingga kedatangan Jepang.
Memasuki masa selanjutnya, Soeroso menduduki berbagai jabatan
penting hingga akhirnya ia menjadi anggota/wakil ketua Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Pada jabatan-jabatan itulah
Soeroso sangat dekat dengan Sukarno dan Hatta, dan atas
pengalamannya yang luas dan sifatnya yang nasionalistis kuat itu,
Soeroso ditunjuk menjabat gubernur pertama untuk Provinsi Jawa
Tengah.
3. Gubernur Soetardjo Kartohadikoesoemo (Provinsi Jawa Barat)
adalah seorang priayi Jawa. Ia lulusan OSVIA yang merintis karier
sebagai aparatur birokrasi kolonial, namun yang penting adalah
bahwa Soetardjo ketua organisasi Boedi Oetomo di Magelang
(1909–11), ia kemudian menjadi anggota Volksraad, tidak hanya
sebagai anggota biasa melainkan sebagai anggota Badan Pekerja
Dewan Rakyat (College van Gelegeerde Volksraad). Pada era
kekuasaan Jepang Soetardjo tetap menduduki berbagai jabatan
strategis, yang kemudian membuatnya dekat dengan Sukarno dan
Hatta sehingga tidak mengherankan jika ia dipercaya menjadi
gubernur Jawa Barat yang pertama. Penunjukan Soetardjo
terutama karena pengalamannya yang luas di bidang
kepamongprajaan.
4. Gubernur Pangeran Mohammad Noor (Provinsi Kalimantan)
adalah seorang bangsawan Banjar, kelahiran Martapura pada
1901, dan memiliki riwayat pendidikan yang baik. Lulusan
Technische Hoogeschool di Bandung, Pangeran Mohammad Noor
bertemu dengan pemuda-pemuda pergerakan dan terutama
berteman dengan Ir. Sukarno, teman sekolahnya di THS. Dialog

