Page 330 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 330

316        Gubernur Pertama di Indonesia




            14 Haloean, September 1929.

            15 Haloean, September 1929.

            16 Sinar Maloekoe, 1932.

            17 Nanulalitta, Johannes Latuharhary, hlm. 97.
            18 Lihat dalam Himpunan Risalah Sidang-Sidang (Jakarta: Sekretariat Negara Republik
            Indonesia, 1999).
            19 Seperti halnya BPUPKI, anggota PPKI diambil dari tokoh-tokoh yang berasal dari
            seluruh Indonesia. Sebagai wakil dari Jawa terpilih K. R. T. Radjiman Wediodiningrat,
            R. Oto Iskandar Dinata, Ki Abdul Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, B. K. P. A.
            Surjohamidjojo, B. P. H. Purbojo, M. Sutardjo Kartohardikusumo, R. P. Suroso, Prof.
            Mr. Dr. Supomo, dan Abdul Kadir; sedangkan Dr. Moh. Amir, Mr. Teuku Moh. Hasan,
            dan Mr. Abdul Abas sebagai wakil dari Sumatera; Dr. G. S. S. J. Ratulangi dan Andi
            Pangerang mewakili Sulawesi; A. A. Hamidan mewakili Kalimantan; Mr. I Gusti Ktut
            Pudja mewakili Sunda Kecil; Mr. Johannes Latuharhary mewakili Maluku, dan Drs.
            Yap Tjuan Bing sebagai wakil dari golongan China.

            20 Lihat Merdeka, 9 Oktober 1945; kutipan langsung dalam ejaan aslinya.
            21 Hubertus Johannes van Mook adalah Gubernur Jenderal Hindia  Belanda yang
            menjabat pada 14 September 1944–1 November 1948.
            22 Setelah menyelesaikan tugasnya,  tentara Australia meninggalkan Indonesia pada
            15 Juni 1946 dan menyerahkan wilayah Indonesia Timur kepada Van Mook dalam
            sebuah upacara resmi di Makassar.
            23 Maklumat No. 1 Pemerintah Provinsi Maluku, 25 November 1945.

            24 Leirissa, Maluku, hlm. 129.
            25 Berita Indonesia, 22 Oktober 1945.

            26 Berita Indonesia, 9 September 1946.

            27 Intinya, rencana ini merupakan taktik untuk membentuk negara federal yang akan
            menggantikan Republik. Dalam wacana, negara federal tersebut dikatakan merdeka
            namun pada kenyataannya tetap merupakan jajahan Belanda.
              Mengenai NIT selengkapnya baca dalam Anak Agung Gede Agung,  Dari Negara
            28
            Indonesia Timur ke Republik Indonesia.
            29 Berita Indonesia, 24–28 April 1947.
   325   326   327   328   329   330   331   332   333   334   335