Page 333 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 333
Penutup 319
PENUTUP
Delapan gubernur provinsi pertama yang dilantik sehari setelah
proklamasi kemerdekaan (18 Agustus 1945) dapat dikatakan tidak
hanya sebagai putra-putra terbaik dari kedelapan daerah tersebut.
Lebih dari itu, mereka adalah tokoh-tokoh andal yang dimikili
Indonesia ketika itu.
Peranan mereka sangat besar dalam mewujudkan sebuah
teritorial yang berdaulat dari apa yang disebut penataan wilayah
Republik Indonesia yang ketika itu masih sangat muda usia. Berbagai
tantangan dan permasalahan daerah mereka hadapi dalam
menjalankan tugasnya sebagai gubernur provinsi. Walau demikian
tampak bahwa penunjukan mereka bukan tanpa pertimbangan dan
perhitungan yang matang. Dari kiprah dan riwayat pribadi mereka
tampak bahwa masing-masing gubernur baru tersebut memiliki
kualitas pribadi yang tidak diragukan. Perlu diketahui bahwa jika
penunjukan gubernur pertama itu gagal dalam pemilihan orang,
maka masalah penataan wilayah Republik Indonesia dan penguasaan
wilayahnya menghadapi kendala yang sangat besar, mengingat
betapa luas wilayah Republik Indonesia yang memerlukan perhatian
dan penanganan dari tokoh yang andal.
1. Gubernur R. T. A. A. Soerjo (Provinsi Jawa Timur) adalah seorang
priayi Jawa, lulusan OSVIA, yang memulai kariernya sebagai
ambtenar; pada 1938 menjabat sebagai Bupati di Magetan, Jawa
Timur. Pengalaman yang panjang itu menjadi modal utama Soerjo
untuk dipercaya sebagai Gubernur Jawa Timur. Selain itu,
kiprahnya yang sangat nasionalistis menjadikan Soerjo didukung

