Page 328 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 328
314 Gubernur Pertama di Indonesia
Rasa cintanya terhadap Tanah Air tidak perlu diragukan lagi.
Perasaan ini juga yang menjadi penggerak dasar setiap langkah dan
kebijakan yang diambil dalam memperjuangankan kemerdekaan dan
membangun Maluku. Pada masa-masa awal pemerintahannya
sebagai gubernur Maluku, Latuharhary menghadapi permasalahan
seputar meyakinkan rakyat Maluku untuk tetap berdiri di belakang
Republik dan mendukung penuh setiap langkah kebijakan
pemerintahan nasional dalam usaha mempertahankan kemerdekaan.
Jiwa besar Latuharhary tampak ketika kehadirannya sebagai
tokoh Maluku ditolak dalam sidang NIT karena ia dipandang sebagai
gubernur Maluku yang dibentuk oleh pemerintah Republik
Indonesia. Tanpa melakukan perlawanan, Latuharhary menerima
perlakukan itu. Demikian pula saat ia “dilengserkan” dari jabatannya
sebagai Gubernur Maluku, ia mengikhlaskannya, dan memutuskan
menerima tawaran bekerja di Kementrian Dalam Negeri di Jakarta.
KERJA SAMA DAN PENUH TANGGUNG JAWAB
Dalam setiap gerakan politik, Latuharhary selalu mengedepankan
semangat kerja sama dengan organisasi yang lain. Hal ini terbukti
ketika Sarekat Ambon membuka diri dan bergabung dengan
organisasi kebangsaan lainnya dalam usaha mencapai kemerdekaan.

