Page 324 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 324

310        Gubernur Pertama di Indonesia



                   Gubernur Latuharhary tampaknya tidak sedikit pun merasa
            terganggu oleh kegaduhan politik itu.  Di tengah bayangan usul
            penggantian dirinya, ia tetap menjalankan tugas dan kewajibannya
            sebagai gubernur. Bahkan, ketika DPRDS menuduh keputusannya
            mendirikan Yayasan Cengkih sebagai sikap anasionalis, Latuharhary
            sedang berada  di Ternate untuk melantik Sultan Tidore sebagai
            kepala daerah Maluku Utara. Begitu pula dalam salah satu foto pada
            majalah Merdeka, Gubernur terlihat santai menyapu sebuah lapangan
            bulu tangkis seakan tidak terpengaruh oleh hiruk-pikuk politik yang
            menyerang dirinya.
                   Akan tetapi, suasana politik di Ambon tetap memanas.
            Tuntutan sejumlah partai politik agar Gubenur mundur tidak surut.
            Situasi makin  panas ketika sistem politik pemerintahan nasional
            beralih menjadi sistem  parlementer  pada 1953 yang berimplikasi
            terhadap kepolitikan di daerah. Dalam politik parlementer
            kekuasaan partai-partai besar sangat menentukan kedudukan politik
            dalam  kabinet  dan  jabatan-jabatan  strategis  lainnya  termasuk
            jabatan gubernur.
                   Tidak terkecuali jabatan gubernur Maluku. Dalam suasana
            tarik-menarik  kekuatan politik tersebut,  posisi Gubernur  Maluku
            goyang karena kehilangan  dukungan  dari partai berkuasa. Partai
            Nasional Indonesia dan Partai Masyumi di Maluku minta
            Latuharhary diganti sebagai gubernur,  hingga akhirnya pada 1954
                                                 35
            Kabinet Ali Sastroamidjojo memutuskan menarik kembali
            Latuharhary  ke Jakarta dan memperbantukannya  pada Menteri
            Dalam Negeri. Keputusan itu otomatis  mengakhiri jabatan
            Latuharhary sebagai gubernur Maluku dan membawanya kembali ke
            Jakarta.
   319   320   321   322   323   324   325   326   327   328   329