Page 319 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 319

Johannes Latuharhary        305



               Belanda  menyerahkan  kedaulatan atas  Indonesia sepenuhnya
               kepada Republik Indonesia Serikat sebagai negara yang merdeka dan
               berdaulat. Oleh  karena itu,  Maluku dengan sendirinya  menjadi
               bagian dari wilayah RIS.
                      Akan    tetapi,   dalam    kenyataannya     upaya    untuk
               mempertahankan Maluku sebagai bagian dari wilayah RIS mendapat
               tantangan  di Ambon  dan juga Ternate. Aksi demi aksi  perlawanan
               dilakukan dan mencapai puncaknya pada 25 April 1950 ketika J. H.
               Manuhutu memproklamasikan kemerdekaan bagi Maluku Selatan,
               lepas dari NIT ataupun RIS. Melihat perkembangan Ambon Maluku
               hingga pertengahan 1950, pemerintah NIT bekerja sama dengan RIS
               terus berusaha menyelesaikan persoalan dengan cara damai.




















                 Johannes Latuharhary mewakili Pemerintah Republik Indonesia bersama Anak
                Agung Gede Agung dalam acara pengakuan Negara Indonesia Timur oleh Republik
                             Indonesia pada 17 Januari 1948 (Sumber: ANP)

                       Perebutan kekuasaan dan pengaruh di Maluku sangat
               kompleks yang melibatkan tiga kekuatan yakni RI, NIT yang dibantu
               Belanda, dan kelompok  Republik Maluku  Selatan  pada  aras lokal.
               Pada 17 Agustus 1945, Republik Indonesia Serikat dihapuskan dan
   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323   324