Page 314 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 314

300        Gubernur Pertama di Indonesia



            tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indische Leger) asal Ambon
            membawa  kesulitan  tersendiri  bagi  masyarakat  Ambon  di  Jawa.
            Kenyataan itu makin memperkuat stereotipe bahwa orang Ambon
            memang setia kepada  Belanda  seperti terdengar  dalam ungkapan
            door de eeuwen trouw atau “tetap setia [kepada Belanda] sepanjang
                  24
            abad.”   Memanfaatkan situasi itu, NICA  mulai menyebarkan isu
            orang-orang Ambon  akan dibunuh oleh  rakyat Indonesia sendiri.
            Akibatnya,  pasukan  KNIL  melakukan  perlawanan  dan  bentrokan
            dengan rakyat pun tidak bisa dihindari.
                   Situasi makin diperparah oleh respon ‘perang’ dari sejumlah
            tokoh Ambon di Jawa. Belanda berhasil menerapkan kembali politik
            devide et impera. Pamflet-pamflet yang menyatakan perang tersebar
            di mana-mana dan  surat-surat kabar  ikut memberitakannya
            sehingga  situasi makin panas.  Di  Jakarta  terjadi penyerangan dan
            pembunuhan terhadap orang-orang Ambon. Tentara KNIL membalas
            dengan melakukan teror dalam masyarakat.  Menanggapi hal
            tersebut,  pada    11   Oktober   1945    Gubernur    Latuharhary
            mengeluarkan seruan kepada yang berisi pernyataan penekanan
            posisi Maluku yang berada  di belakang Republik dan berjuang
            bersama-sama untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa  dan
            negara Indonesia.
                   Pernyataan    Gubernur     Latuharhary   disusul   dengan
            pengiriman sejumlah petugas ke beberapa kota besar di Jawa untuk
            mempersiapkan pembukaan Kantor Pembantu Gubernur Maluku.
            Keputusan  tersebut  diperkuat dengan Maklumat No.1  Pemerintah
            Provinsi Maluku pada 25 Oktober 1945 yang berisi:

                   Dengan persetujuan P.J.M. Presiden  dan Menteri Urusan
                   Dalam Negeri maka pada tanggal 1 November 1945 diadakan
                   Kantor Gubernur Maluku pada sementara waktu di Jakarta,
                   van heutszplei No. 7 dengan maksud seperti berikut:
                   a.  Menginsafkan  penduduk bangsa Indonesia Maluku akan
                      mempertahankan kemerdekaannya bangsa dan negara
                      Indonesia
                   b.  Menjamin keselamatannya penduduk tersebut
   309   310   311   312   313   314   315   316   317   318   319