Page 315 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 315
Johannes Latuharhary 301
c. Mengadakan persiapan berhubungan dengan pulangnya
penduduk Maluku ke daerahnya, supaya bersama-sama
membangunkannya menjadi daerah yang kuat dari Negara
Republik Indonesia.
Untuk menjalankan maksud ini, maka di Surabaya,
Jogjakarta, Bandung dan lain-lain tempat yang dianggap perlu
diadakan perwakilan kantor tersebut.
Hendaknya supaya yang berkepentingan mencari
perhubungan secepatnya.
25
Selanjutnya, pada Desember 1945 Kantor Pembantu
Gubernur Maluku dibuka di beberapa kota di Pulau Jawa sebagai
berikut.
1. Bandung, dipimpin oleh L. Lopulisa dan Lambert Pelupessy
2. Sukabumi, dipimpin oleh E. D. Masihelo
3. Cirebon, dipimpin oleh Leimena, B. J. Tanahatu, Wim Silooy,
Tupamahu, dan Lilipaly
4. Purwokerto, dipimpin oleh I. O. Nanulaitta
5. Magelang, dipimpin oleh M. Ruhupatty, Atus Kailola, Ely
Lesilolo, Mias Nendisa
6. Semarang, dipimpin oleh J. Bakker, I. R. Lobo, dan J. A.
Matahelumual
7. Yogyakarta, dipimpin oleh Alex W. Huwae, B. D. (Cois) Lilipaly,
Alex Sahusilawane, dan Wim Tutuarima
8. Surakarta, dipimpin oleh Gijs Hahuly
9. Madiun, dipimpin oleh Karel Pattypeilohy, dan S. Gaspersz
10. Kediri, dipimpin oleh Ferry Latumeten
11. Mojokerto, dipimpin oleh Arend Pattirajawane
12. Malang, dipimpin oleh Librek Nanlohy
13. Lawang, dipimpin oleh Tentua
14. Bondowoso, dipimpin oleh J. B. Suitella, I. A. Latuheru
15. Palembang, dipimpin oleh Dominggus Tomahu
16. Purworejo, dipimpin oleh J. Tahalele.
26

