Page 310 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 310
296 Gubernur Pertama di Indonesia
Sentimen Jepang terhadap orang-orang Maluku, khususnya
Ambon, yang dianggap sebagai mata-mata Sekutu semakin
mempersulit keadaan masyarakat Maluku di mana pun berada.
Akibatnya, banyak tokoh Ambon-Maluku ditahan dan dipenjara di
Bogor tanpa mengetahui kesalahannya. Termasuk Latuharhary yang
kembali ditahan Jepang. Namun, berkat usaha Yet Pattiradjawane,
istrinya, Latuharhary dan sejumlah tokoh Maluku dibebaskan. Ia
kembali dipekerjakan untuk mengurus sekitar 30.000 orang Maluku
yang berada di Jawa.
Johannes Latuharhary mendampingi Sukarno dan Hatta saat pembacaan teks
proklamasi kemerdekaan Indonesia (Sumber: Perpustakaan Nasional Republik
Indonesia)
Menjelang kekalahan perangnya melawan Sekutu,
pemerintah pendudukan Jepang menjanjikan kemerdekaan
Indonesia yang akan diberikan di kemudian hari. Sebagai langkah
awal dibentuk Dokuritsu Zjumbi Tjoosakai atau Badan Penyelidik
Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 28 Maret
1945. BPUPKI beranggotakan 60 orang tokoh dari berbagai daerah di
18
Indonesia, salah satunya adalah Latuharhary yang mewakili
Maluku. Selanjutnya, pada 7 Agustus 1945 dibentuk Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang diketuai oleh

