Page 322 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 322
308 Gubernur Pertama di Indonesia
mendirikan bangunan pemerintah di atas tanah luas milik warga
sekaligus mendirikan sebuah rumah bagi pemilik tanah yang
digunakan oleh pemerintah tersebut. Tanah yang diambil oleh
pemerintah itu dijanjikan akan dibayar di kemudian hari.
Dengan menerapkan strategi ini, pembangunan kota Ambon
34
dilaksanakan walaupun banyak menimbulkan aksi protes.
Masalah pengungsi akibat perang diatasi dengan mendirikan
rumah-rumah darurat di beberapa lokasi di tepi sungai.
4. Pembangunan di bidang agama didasarkan pada kerukunan
umat beragama yang telah berakar dalam kehidupan
masyarakat Maluku.
5. Dalam pembangunan di bidang ekonomi dilakukan perubahan
dari sistem perekonomian kolonial menjadi sistem
perekonomian nasional. Situasi dan kondisi masyarakat Maluku
yang luluh lantak akibat perang membuat rencana ini sulit untuk
diwujudkan. Keadaan masyarakat pada masa itu masih sangat
memprihatinkan. Hanya sekelompok masyarakat yang
memegang kendali ekonomi yang terdiri dari pemilik modal
besar dalam perdagangan, seperti orang Cina dan Arab.
6. Dalam pengembangan seni budaya diarahkan untuk menggali
nilai-nilai kebudayaan asli rakyat Maluku. Untuk mencapai
tujuan itu dibentuk Inspeksi Kebudayaan, Departemen
Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan.
7. Di bidang pertanian diadakan usaha pembukaan sawah di
Kairatu dan Seram untuk mencukupi kebutuhan beras di
wilayah Maluku.
8. Dalam bidang perindustrian dimulai dengan pembukaan
perusahaan batu bata dan kapur di Latulahat yang dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dan rakyat
yang sedang giat membangun pada masa itu.
9. Untuk mengembangkan bidang perikanan dan kehutanan
diusahakan menggali potensi untuk keperluan rakyat dan
ekspor; selain penghijauan atas bukit-bukit yang gundul. Dengan
kerja sama antarinstansi, yang melibatkan ratusan murid
sekolah pada 1952, bukit-bukit gundul ditanami cengkih.

