Page 321 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 321
Johannes Latuharhary 307
oleh peperangan dan konflik politik. Kemiskinan, kelaparan, gedung-
gedung yang roboh akibat perang merupakan pekerjaan rumah yang
harus segera diselesaikan oleh Gubernur Latuharhary.
Untuk mengatasi hal tersebut, Gubernur Latuharhary
mengambil langkah-langkah sebagai berikut ini.
1. Dalam bidang pemerintahan dibentuk struktur yang terdiri dari
Residen Koordinator Pemerintahan, Sekretaris Provinsi, Kepala
Bagian Otonomi dan Desentralisasi, Kepala Bagian
Pemerintahan Umum, Kepala Bagian Politik, Kepala Bagian
Umum, Pembantu Umum Gubernur, dan Pembantu Khusus
Gubernur. Untuk mengisi sebagian formasi pegawai, Gubernur
mengangkat anggota bekas Sarekat Ambon. Penyusunan aparat
pemerintahan ini memakan waktu kurang lebih tiga tahun.
Untuk mengatasi masalah RMS, Latuharhary menginstruksikan
Kepala Bagian Politik melakukan pendekatan terhadap sisa
pengikut RMS sehingga lebih dari seratus orang anggota gerakan
sparatis itu menyerah. Selanjutnya, Latuharhary membagi
Maluku menjadi tiga wilayah kabupaten yaitu Maluku Utara,
32
Maluku Tengah dan Maluku Tenggara.
2. Dalam bidang pendidikan, dihimpun guru-guru yang masih
“tersisa” di Maluku. Walaupun dalam keadaan yang serba
prihatin, guru-guru tersebut tetap semangat memperbaiki
pendidikan di Maluku. Lewat rumah-rumah darurat pendidikan
mulai digalakkan. Sekolah-sekolah yang sebelumnya
menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantarnya
diubah dengan menggunakan bahasa Indonesia. Kurikulum
peninggalan kolonial diganti kurikulum yang bersifat nasional
yang berlandaskan Pancasila. Untuk membantu usaha
pemulihan bidang pendidikan tersebut dibentuk Badan Pekerja
Pembangunan Pendidikan. Dalam waktu singkat, sekolah-
33
sekolah mulai dibuka untuk rakyat.
3. Pembangunan sosial terlihat dalam pembangunan kembali ibu
kota Provinsi Maluku. Rencana ini terkendala oleh pembebasan
lahan milik perorangan yang enggan menyerahkan tanahnya
kepada pemerintah. Gubernur mengambil jalan lain yaitu

