Page 300 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 300

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                        ACT. 37. EXT. GELADAK KAPAL. MALAM


                        Syahrul menghempaskan radio yang selama ini dia
                        jaga. Radio itu rusak. Speakernya terlepas. Batu
                        batereinya  terhambur.  Syahrul  menendangnya.
                        Radio  itu tersuruk ke ruang  di bawah  haluan
                        kapal. Syahrul terduduk kesal. Tampak berusaha
                        meredam marah.


                        Ia terjun ke sungai. Menyisakan riak permukaan.
                        Lama kemudian baru ia menyembul lagi ke permukaan.
                        Tersengal-sengal.  Dari mulut dan hidungnya
                        tersembur air. Ia lalu berenang, mendekat dan
                        naik ke kapal. Ia duduk dan tampak sudah lebih
                        tenang. Ia menatap lama pada radio tadi.


                        ACT. 38. INT. RUMAH SYAHRUL. MALAM


                        Usman masih terbaring lemah di ranjang.
                        Salbiah mengucapkan salam penutup salat Isya.
                        Dua  anak  perempuannya  menjadi  makmum  di
                        belakangnya.  Setelah  zikir  dan doa dia minta
                        anaknya mengambilkan Al Quran. Quran yang nyaris
                        terhempas ketika Nippon menggeledah rumahnya dan
                        diselamatkan oleh suaminya. Ia hendak mengaji.
                        Mulai membaca ta’auz dan basmallah.


                        Salbiah membuka halaman secara acak dan menemukan
                        sebuah foto hitam putih terselip di sana. Foto
                        suaminya berdiri gagah di geladak kapal kecil
                        miliknya.  Kapal  yang lama  tak terpakai  sejak
                        suaminya tak bisa berlayar lagi. Kapal yang sama
                        di mana Syahrul menyembunyikan radio. Salbiah
                        menoleh dan memandang pada Usman, suaminya.




                                                                                       299
   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305