Page 328 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 328

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                         Dewa dan salah satu pemimpin pemuda revolusioner berdiskusi
                   mengenai  pengambil  alihan kekuasaan.Namun,  di  tengah  diskusi, ada
                   kabar bahwa sebagian kelompok pemuda revolusioner sedang menyerang

                   Jepang.Pertumpahan darah terjadi.Beberapa rakyat Dewa menjadi korban.
                   Sang pemimpin kelompok panik karena kacaunya koordinasi diantara
                   anggotanya. Sementara itu, ia harus berusaha meredam kemarahan sang Raja
                   yang mulai tergambar di wajahnya ketika mendengar beberapa rakyatnya

                   menjadi korban. Si pemimpin sadar, Dewa bisa saja memerintahkan
                   prajuritnya untuk menghentikan gerakan pemuda revolusioner saat itu
                   juga.Dewa pun cepat-cepat dikembalikan ke ruang tahanan. Di sana, Dewa
                   gelisah memikirkan rencana Jepang yang akan dua kali lipat menyerang

                   lebih keji dari pada pemuda revolusioner.
                         Di tengah kegelisahan Dewa, ada seorang anggota pemuda
                   revolusioner yang masih hormat dan tunduk dengan Dewa sebagai
                   rajanya.Ia membebaskan Dewa. Masih ada waktu untuk menghentikan

                   penyerangan terhadap Jepang, dan menangkap para pemuda revolusioner,
                   kata si pemuda.Namun Dewa malah meminta si pemuda mengantarkannya
                   ke ruangan si pemimpin.Dewa memutuskan untuk tetap berdialog dan
                   mendengarkan pemuda revolusioner.Dewa sekali lagi menanyakan alasan

                   si pemimpin memaksakan perebuatan kekuasaan atas penjajah.“Apa yang
                   mereka inginkan sebenarnya? Kalian Sudra, mau menjadi manusia seperti
                   apa?” Tanya Dewa. Si pemimpin menatap mata Dewa, dengan yakin ia
                   menjawab bahwa mereka ingin menjadi manusia yang bebas. Dewa makin

                   bingung mendengar alasan si pemimpin.Lalu si pemimpin pun membacakan
                   pembukaan UUD.
                         Setelah mendengar pembukaan UUD tersebut, Dewa tergugah.Ia mau
                   mengakui republik Indonesia. Dewa percaya dengan semua hal yang ditulis

                   di pembukaan UUD itu demi kesejahteraan rakyat.Ia pun memutuskan
                   untuk  membantu para  pemuda revolusioner  mengambil  alih  kekuasaan
                   Jepang, namun tetap dengan cara baik-baik.

                                                                                       327
   323   324   325   326   327   328   329   330   331   332   333