Page 324 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 324

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   yang berarti “tempat yang damai”, suatu tempat peristirahatan yang dulu
                   di tahun 1932 dibangun oleh Gubernur J. Caron, yang di zaman colonial
                   Belanda menjabat Gubernur Sulawesi.

                         Van  Mook  memilih  tempat  tersebut  sebagai  kedudukan  muktamar
                   yang direncanakan itu untuk menunjukkan pentingnya arti kedudukan
                   Sulawesi Selatan dalam hubungan wilayah Timur Besar (Indonesia Timur)
                   dengan Kalimantan dilihar dari sudut politis, ekonomis dan geografis.

                         Disamping itu Van Mook ingin memperlihatkan kepada umum bahwa
                   Pemerintah Belanda telah menguasai politik dan keamanan di Sulawesi
                   Selatan dan tidak sebagai apa yang dikatakan oleh beberapa kalangan
                   bahwa kekacauan politik masih merajalela di wilayah tersebut.

                         Konferensi tersebut akan dimulai di Malino pada tanggal 16 Juli 1946
                   dengan didahului suatu upacara di Makassar sehari sebelumnya, dimana
                   kekuasaan dan wewenang Tentara Sekutu di seluruh Indonesia Timur dan
                   Kalimantan akan berakhir dan mulai saat itu semua kekuasaan di bidang

                   keamanan dan ketertiban umum serta pemerintah menjadi tanggung jawab
                   sepenuhnya Pemerintah Hindia Belanda.
                         Pada tanggal 16 Juli 1946 muktamar Malino dibuka dengan resmi oleh
                   Gubernur Jenderal Dr. H.J. Van Mook dengan suatu kata pembuka yang

                   panjang lebar.Dalam pidatonya tersebut, ia menyarankan sistem federal
                   dalam susunan ketatanegaraan. Tetapi, dengan syarat bahwa bagian-bagian
                   yang akan menjadi komponen-komponen federasi itu  haruslah merupakan
                   wilayah yang luas dan mempunyai potensi ekonomi, sosial, dan politik

                   yang cukup mantap.
                         Sebagai penutup pengarahannya, ia menghimbau pada semua hadirin
                   agar kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya untuk bertukar pikiran
                   secara bebas tanpa hambatan demi kepentingan masa depan wilayah ini.

                         Cita-citanya mengenai suatu negara yang berbentuk federasi kemudian
                   diingkari oleh Van Mook sendiri. Sesudah terjadinya aksi militer Belanda
                   pertama terhadap RI bulan Juli 1947, di daerah kekuasaan RI yang diduduki

                                                                                       323
   319   320   321   322   323   324   325   326   327   328   329