Page 320 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 320

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   Besar UmumDewan Perjuangan Rakyat Indonesia SundaKecil (MBU DPRI
                   Sunda  Kecil)  di  bawahpimpinan  Letnan  Kolonel  I  Gusti  Ngurah  Rai.
                   Beberapa desa atau kawasan tertentu menjadiajang medan pertempuran

                   antara badanperjuangan Republik dengan tentara NICA.
                         Operasi Lintas Laut di Selat Bali pada tanggal 3April 1946, penyerangan
                   Pos NICA di Penebel15 April 1946, Pertempuran Kalanganyar 26 April1946.
                   Pertempuran Munduk Malang 11 Mei 1946, Pertempuran Sawah Tabanan 11

                   Mei 1946, Long March Gunung Agung Juni-Juli 1946, Pertempuran Tanah
                   Aron 9 Juli 1946, dan lain-lainnya adalah bukti respons kekerasan perang
                   untuk mempertahankan nilai-nilai revolusi.
                         Karena itu, pertempuran-pertempuran kecil  masih terus  terjadi di

                   Bali. Apalagi Sejak 13 Juli, wilayah Republik Propinsi Sunda Kecil diklaim
                   menjadi wilayah pendudukan atau rekolonialisasi Belanda di luar Jawa.
                   Keputusan Letnan Gubernur Jenderal N0. 5/1946 menyatakan bahwa
                   sistem administrasi dua keresidenan (Bali, Lombok dan Timor) dihidupkan

                   kembali. Raja-raja di daerah swapraja menyatakan bekerjasama dan diakui
                   eksitensinya. Sebaliknya, pihak Republik tetap mendapat dukungan dan
                   dipertahankan eksistensinya oleh kaum pejuang Republikan dalam wadah
                   organisasi perjuangan DPRI Sunda Kecil di Bali.

                         Puncak pertempuran terbuka terjadi di desa Marga, Tabanan.
                   Pertempuran tersebut dipimpin oleh Ngurah Rai.Ngurah Rai sempat
                   menyampaikan laporan tentang situasi di Bali ke Presiden Sukarno, dan
                   Presiden berpesan agar tetap memperjuangkan Bali sebagai daerah Republik.

                   Tentang bantuan persenjataan disetujui, dan teknis pelaksanaannya
                   dibicarakan  dengan  Menteri  Pertahanan,  Mr.  Amir  Sjarifuddin.  Namun
                   situasi yang makin memanas akibat adanya serangan fisik antara para
                   pejuang kemerdekaan dan Belanda di beberapa daerah, Menteri Pertahanan

                   RI, Sjarifoeddin di Yogyakarta angkat bicara.
                         Dalam keterangannya dinyatakan bahwa penyebab dari banyaknya
                   pembesar-pembesar Republik ditangkap oleh Belanda di Sulawesi, Borneo,

                                                                                       319
   315   316   317   318   319   320   321   322   323   324   325