Page 316 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 316

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                         Peraturan pembentukan Paruman Agung mulai berlaku pada 1 Maret
                   1946, akan tetapi dalam pelaksanaannya tidak dapat direalisasikan karena
                   Tentara Belanda mendarat di Sanur pada tanggal 2 Maret 1946, dan sesudah
                   itu meletus kekacauan politik di Bali.



                   e. Revolusi Sosial di Sunda Kecil
                         Perubahan nama dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) menjadi Tentara
                   Keamanan Rakyat (TKR) pada tanggal 1 November 1945, bertujuan untuk

                   merealisasikan keputusan Panitia Kecil KNIP pada rapat tanggal 19 Agustus
                   1945 di Jakarta yaitu pembentukan tentara kebangsaan. I Gusti Ngurah
                   Rai adalah seorang bekas letnan dalam korps Prayoda di Bali, yaitu suatu
                   pasukan sukarela dalam tentara Hindia Belanda (KNIL) yang kemudian
                   diangkat sebagai komandan TKR berpangkat Letnan Kolonel untuk wilayah

                   komando sentral Sunda Kecil.
                         Tugas Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai adalah membentuk TKR
                   di Bali yang terdiri dari pemuda-pemuda, terutama mereka yang pernah

                   menjadi  anggota pasukan  Prayoda  tau  bekas  Peta yang  didirikan oleh
                   Jepang di Bali selama Perang Pasifik.Hal ini akibat situasi yang semakin
                   buruk di wilayah Sunda Kecil sejak kehadiran NICA.
                         Terutama nampak pada upaya Belanda melalui memorandum L.G.G
                   van Mook dengan Panglima Sekutu di Asia Tenggara, Mountbatten, pada 2

                   September 1945 tentang perluasan wilayah di Hindia Belanda Timur. Dalam
                   memorandum tersebut dinyatakan bahwa seluruh wilayah Hindia Belanda
                   Timur diduduki komando sementara  Australia meliputi daerah-daerah

                   Timor, Ambon, Seram dan Makasar.
                         Demi kelancaran proses pemulihan kekuasaan Belanda di
                   daerah Sunda Kecil, personil NICAdibantu oleh tentara sekutu yang
                   didatangkan dari Inggris dan Australia yang mendaratkan tentaranya di
                   bawah komandan Jenderal Sir Thomas Blauney di Kupang pada tanggal

                   11 September 1945. Mereka membonceng Belanda NICA di bawah

                                                                                       315
   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321