Page 312 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 312

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   pemuda juga berdiri, yaitu Barisan Buruh Indonesia (BBI), Angkatan Pemuda
                   Indonesia (API), Badan Keamanan Rakyat (BKR). Pembentukan organisasi-
                   organisasi pemuda ini mendapat sambutan besar. Rapat umum yang

                   diselenggarakan  selalau  dihadiri  lebih  dari  400  orang  disertai  pemakaian
                   lencana kertas merah putih dan salam ―Merdeka.
                         Terkait dengan respon elit tadisional, perlu ditegaskan bahwa
                   hanya sebagian kecil raja-raja di Sunda Kecil yang bisa segera menyatakan

                   dukungan terhadap proklamasi dan bersikap pro Republik. Respons raja-
                   raja di delapan swapraja di Bali terhadap berita proklamasi menunjukkan
                   tiga sikap, yaitu mendukung, reaksioner dan moderat.
                         Sikap mendukung ditunjukkan dengan adanya dukungan raja-raja

                   dari 20 swapraja di Timor beserta dukungan rakyat. Mereka memberikan
                   dukungan kepada proklamasi kemerdekaan dan pro Republik melalui
                   susunan organisasi nasional, Partai Demokrasi Indonesia.Tetapi disisi
                   lain, demi keamanan, mereka memilih bekerjasama dengan NICA.Sikap

                   tersebut bisa dimaklumi, karena Timor sudah lebih dahulu diduduki
                   tentara Sekutu. Disamping ituada pula raja-raja di Sunda Kecil, yakni raja-
                   raja dari 16 swapraja di Sumba yang belum sempat menyatakan dukungan,
                   tentara Sekutu sudah terlebih dahulu mendarat di daerah pulau itu pada 27

                   Agustus 1945.
                         Sikap reaksioner dan kontra revolusi juga terjadi pada Raja Dewa
                   Agung Klungkung yang tersinggung dan salah paham terhadap simbol
                   Republik dan menganggapnya bahwa Republik di Jawa sebagai penjajah

                   baru. Sikap raja Klungkung diikuti pula oleh raja Gianyar dan raja
                   Karangasem. Para rajayang tidak mengakui kemerdekaan RI justru berbalik
                   melawan dengan membentuk milisi kerajaan. Sikap raja-raja tersebut
                   makin mempersulit untuk mencapai kemerdekaan Indonesia secara penuh,

                   sehingga memudahkan Sekutu untuk kembali menguasai wilayah Indonesia
                   terutama di wilayah Timur.
                         Gesekan pun terus terjadi antara pemuda pejuang Bali dan pihak

                                                                                       311
   307   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317