Page 311 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 311

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 pada September-Oktober 1945.Selain organisasi pemuda dan pelajar yang
                 terbentuk, dibentuk pula badan perjuangan yaitu Badan Keamanan Rakyat
                 (BKR) untuk mengawal pemerintahan sipil. BKR yang dibentuk secara

                 bersamaan pada tanggal 31 Agustus 1945 di dua kota: Singaraja di bawah
                 pimpinan I Made Putu, seorang mantan Daidanco dan di Denpasar di
                 bawah pimpinan Nyoman Pegeg adalah bukti kesungguhan sikap Gubernur
                 Mr.Pudja untuk mewujudkan sistem pemerintahanRl di daerah.

                      Terlebih terhadap otoritas Jepang di Sunda Kecil, maka Mr. I Gusti
                 Ketut  Pudja melakukan  desakan  politik  dengan  mengajukan  tuntutan.
                 Adapun tuntutan tersebut yaitu, bendera Jepang yang dikibarkan di kantor-
                 kantor agar diturunkan dan diganti dengan bendera Merah Putih, pemakaian

                 waktu Jepang diganti dengan pemakaian waktu Indonesia, suasana perang
                 seperti pembatasan jam malam, pemadaman lampu dan sebagainya agar
                 dicabut dan pengambilalihan tenaga administrasi oleh bangsa Indonesia
                 sendiri.

                      Namun tuntutan tersebut ditolak oleh pihak Jepang. Hal ini
                 menimbulkan kebencian dari para pemuda, akan tetapi mereka sudah
                 tidak memiliki kekuatan persenjataan lagi karena PETA telah dibubarkan
                 dan organisasi pemuda belum tersusun rapi untuk melakukan perlawanan

                 terhadap pihak Jepang.
                      Suasana keragu-raguan sangat terasa di kalangan masyarakat dan
                 pemerintahan. Kekuasaan Republik yang baru harus berhadapan dengan
                 kekuasaan Jepang yang menjaga status quo. Keadaan seperti ini berjalan

                 sampai bulan Oktober 1945.Selain melakukan desakan politik terhadap
                 Jepang, Mr. I Gusti Ketut Pudja juga melakukan usaha untuk menyatukan
                 kedelapan raja yang ada di Bali. Bersama dengan Ida Bagus Putra Manuaba
                 beliau berkeliling Bali untuk menyampaikan berita Proklamasi dan meminta

                 dukungan  raja-raja  untuk mendukung  pemerintahan  Sunda  Kecil.  Beliau
                 juga mengirim utusan ke Lombok dan Sumbawa Besar.
                      Bersamaan dengan perkembangan di atas, sejumlah organisasi

                310
   306   307   308   309   310   311   312   313   314   315   316