Page 317 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 317

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 komandan Co-NICA, Kolonel de Rooy, untuk menduduki dan mengambil
                 alih seluruh pemerintahan sipil di Timor dan pulau-pulaunya.
                      Tentara NICA (Belanda) juga sudah terlebih dahulu mendekati raja-

                 raja Bali yang mau diajak bekerja sama yang lambat laun akan mengambil
                 alih kekuasaan pemerintahan sipil RIdi Provinsi Sunda Kecil. Beberapa
                 di antaranya membentuk milisi laskar-laskar kerajaan yang diberi nama
                 Pemuda Pembela Negara (PPN) di kerajaan Gianyar, Badan Keamanan

                 Negara (BKN) di kerajaan Klungkung dan Anti Indonesia Merdeka (AIM)
                 di kerajaan Karangasem. Di Jembrana didirikan Badan Pemberantas
                 Pengacau (BPP) ternyata aktivitasnya memang dipersiapkan sebagai milisi
                 antirepublik.

                      Tindakan selanjutnya, tentara NICA menangkap orang-orang
                 Indonesia yang dituduh sebagai kolaborator pemerintahan pendudukan
                 Jepang, yaitu F. Runtuwene, I.H. Doko dari kantor Minseibu dan A. Adoe
                 dari Kepolisian. Rumah mereka digeledah berungkali, karena dituduh

                 menyimpan senjata dan barang-barang Jepang. Tuduhan yang ditimpakan
                 kepada tokoh nasionalis Timor ini tidak terbukti, karena itu mereka
                 dibebaskan.
                      Selanjutnya I.H. Doko merespon kedatangan sekutu dengan cara

                 damai, seperti menghidupkan kembali Partai Perserikatan Kebangsaan
                 Timor pada tahun 1937 bersama teman-temannya dengan mengubah
                 namanya menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada November 1945.
                 Paham kebangsaan yang mendukung Republik berperan penting selama

                 perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui cara-cara damai dan
                 demokratis parlementer.
                      Adapun beberapa wilayah yang diduduki sekutu dan berada di
                 bawah  pengawasan  NICA  tidak  melakukan  aksi  perlawanan  terutama  di

                 daerah Timor. Hal ini karena di wilayah Timor, seperti di Pulau Roti, Sawu
                 dan  Alor, pemerintahan NICA sudah dibentuk sejak 1 Nopember 1945.
                 Selanjutnya dilaksanakan pengambilalihan daerah pulau Flores dari tangan

                316
   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322