Page 323 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 323

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 f. Konferensi Malino

                      Kondisi pemerintahan di wilayah Indonesia Timur (Timur Besar)
                 keadaannya sudah dapat dikatakan normal dan roda pemerintahan sipil
                 sudah dapat menjalankan tugasnya dengan mengadakan kerjasama dengan

                 NICA di bawah perlindungan Tentara Sekutu. Bagi pemerintahan Belanda,
                 hal tersebut sangat tepat untuk mengambil suatu prakarsa politik setelah
                 kegagalan dalam perundingan di Hoge Veluwe (Belanda) pada akhir bulan
                 April 1946.

                      Oleh karena itu Van Mook menjajagi kemungkinan untuk mengadakan
                 perundingan-perundingan dengan pemimpin rakyat dan pemuka aliran-
                 aliran masyarakat di Indonesia Timur dengan tujuan untuk menyusun suatu
                 bentuk tatanegara baru dalam rangka dan atas garis politik Pemerintah

                 Belanda dalam pernyataannya pada tanggal 10 Februari 1946.
                      Dibantu oleh Dr. W. Howen, seorang Direktur Pemerintahan Dalam
                 Negeri, ia mulai mendekati pemuka-pemuka politik dan aliran-aliran
                 masyarakat, serta pejabat Pemerintahan Indonesia Timur untuk turut serta

                 dalam suatu muktamar besar. Bali yang sudah terbentuk suatu perwakilan
                 rakyat yang bernama Paruman Agung; demikian juga di Sulawesi Selatan,
                 dimana sudah terbentuk Dewan Sementara Sulawesi Selatan yang dibentuk
                 pada bulan  April 1946 atau di daerah Minahasa dan di Maluku Selatan

                 dimana sudah ada Dewan  Minahasa  dan Dewan  Maluku Selatan.Tugas
                 Dewan - dewantersebut diwakilkan oleh pejabat-pejabat NICA untuk
                 mengadakan pertemuan-pertemuan dengan wakil-wakil rakyat atau
                 kepala adat himpunan untuk menunjukkan wakil-wakil mereka yang akan

                 mewakili daerah mereka pada muktamar yang direncanakan itu.
                      Setelah pembicaraan  itu matang,  maka ditetapkan oleh  Van  Mook
                 suatu tempat di pegunungan Lompobatang di Sulawesi Selatan yang terletak
                 kurang lebih 70 km dari kota Makassar sebagai tempat muktamar besar

                 tersebut akan dilangsungkan. Tempat ini bernama Malino, di daerah Bugis


                322
   318   319   320   321   322   323   324   325   326   327   328