Page 103 - e-book Bahasa Indonesia kreatif Kelas XII
P. 103
Contoh Fakta dan Opini dalam Artikel:
Ini Lah Penyakit Langganan Masyarakat di Indonesia
Jumat, 28 September 2012 17:15 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Sejumlah jenis penyakit paling sering mengintai masyarakat miskin yang tinggal di kawasan tropis
seperti Indonesia. Istilahnya adalah Neglected Tropical Disease (NTD) atau penyakit tropis terabaikan.
Penyakit rakyat miskin seperti kaki gajah (filaris), demam siput (schistosomiasis), kecacingan, kusta
dan frambusia (pateken) belum hilang di bumi Indonesia. Penyakit filariasis, misalnya. Hingga tahun
2011, di Indonesia masih terdapat 12.066 penderita kronis filariasis yang tersebar di 334 kabupaten
kota endemis. Pemerintah sendiri telah memberikan obat pencegah kepada 23,9 juta orang di 119
kabupaten kota. Juga Schistosomiasis yang banyak diderita di Lembah Napu, Lindu dan Bada Sulawesi
Tengah. Meski prevalensi di Lembah Napu turun dari 4,78 persen tahun 2010 menjadi 0,31 persen
tahun 2011 dan di lembah Lindu dari 4,6 persen menjadi 0,89 tahun 2011 bisa dikatakan masih tetap
banyak dari segi jumlah.
Demikian pula dengan kusta, Indonesia menduduki peringkat ke-3 sebagai kontributor kasus kusta.
Dilaporkan saat ini ada 17 ribu kasus kusta baru muncul per tahun. Sementara cacingan juga masih
menjadi masalah yang tidak kalah rumit. Sedangkan penyakit frambusia, berdasarkan pendataan yang
diperoleh ditemukan 5000 orang penderita. Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi menyatakan penyakit
NTD muncul akibat kondisi kemiskinan dan terkonsentrasinya populasi penduduk. "Penyakit yang
tergolong NTD ini sering terabaikan bahkan petugas Puskesmas sekalipun. Bahkan mungkin dokter
yang baru lulus dan bertugas di daerah belum bisa mengenali penyakit itu," tutur Menkes usai
membuka Asean Neglected Tropical Disease (NTD) di Hotel Sahir Sahirman, Jakarta Pusat, Jumat
(28/9/2012). Untuk penanganannya, Nafsiah menyatakan perlu kerjasama lintas sektor seperti
pertanian, peternakan, Pekerjaan Umum, penyediaan air bersih serta pemberdayaan masyarakat.(Eko
Sutriyanto)
102 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f

